OTOMOTIF

Rahasia Terungkap: Kebiasaan Merusak Mobil Listrik yang Diungkap oleh Neta

27
×

Rahasia Terungkap: Kebiasaan Merusak Mobil Listrik yang Diungkap oleh Neta

Sebarkan artikel ini
Neta Beberkan Kebiasaan Buruk Yang Merusak Mobil Listrik
Neta Beberkan Kebiasaan Buruk Yang Merusak Mobil Listrik

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Berbagai kebiasaan buruk ternyata dapat merusak mobil listrik, dan para produsen mobil listrik di Indonesia, seperti Neta, terus berupaya mengedukasi masyarakat terkait hal ini.

Salah satu model mobil listrik Neta yang dijual di Indonesia, yaitu Neta V, turut menjadi sorotan dalam mengungkapkan potensi kerusakan akibat praktek-praktek yang tidak benar.

Januar Eka Sapta, Senior Manager After Sales PT Neta Auto Indonesia, menjelaskan bahwa salah satu kebiasaan buruk yang dapat merusak mobil listrik adalah penggunaan aplikasi pengisian daya listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Banyak pemilik mobil listrik tidak menyadari risiko yang mungkin terjadi saat menggunakan SPKLU.

“Seringnya itu kita enggak tahu, ini sudah masuk atau belum. Jadi sebisa mungkin pengguna itu pakai paket data internet,” ungkap Januar di Semarang pada Selasa (12/12/2023).

Menurutnya, keberadaan sinyal pada aplikasi pengisian daya listrik dapat menjadi faktor penting yang dapat merusak komponen mobil listrik.

“Selama proses pengisian daya, saya temukan bahwa SPKLU beberapa kali gagal karena sinyal Edge (E) atau terus naik-turun. Begitu ganti hp, ganti kartu, sinyal normal,” tambahnya.

Mayoritas konsumen seringkali kurang sadar atau peduli terhadap masalah ini, padahal pengecasan baterai belum diaktifkan.

Konsekuensi dari posisi pengisi baterai yang belum diaktifkan ini dapat menyebabkan kerusakan pada electronic charging lock pada mobil listrik.

“Cenderung efeknya ke electronic charging lock, bukan ke baterai karena ada sisa listriknya. Kalau menyimpan listrik, di lock ini kan ada magnet, ada listrik ada magnet dia baru ngunci,” jelas Januar.

Ketika sinyal pada aplikasi belum terhubung, risiko terbesar terjadi ketika pengisian baterai sedang berlangsung, di mana soket dan alat pengisian dapat terkunci.

Banyak pemilik mobil listrik yang tergesa-gesa melepaskan alat penyalur tegangan secara paksa, yang berpotensi merusak charging lock.

Oleh karena itu, penting bagi pemilik mobil listrik untuk lebih aware dan memeriksa dengan seksama selama proses pengisian daya untuk mencegah kerusakan yang tidak diinginkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *