OTOMOTIF

BYD Mulai Uji Coba Produksi Mobil di Thailand, Kapan Indonesia Ikut Beraksi?

38
×

BYD Mulai Uji Coba Produksi Mobil di Thailand, Kapan Indonesia Ikut Beraksi?

Sebarkan artikel ini
BYD Mulai Uji Coba Produksi Mobil Di Thailand, Indonesia Kapan
BYD Mulai Uji Coba Produksi Mobil Di Thailand, Indonesia Kapan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Build Your Dreams (BYD) secara resmi telah memulai uji coba produksi mobil di pabrik baru mereka yang terletak di Rayong, Thailand.

Pabrik ini, yang terletak di zona khusus koridor ekonomi timur, akan fokus pada produksi kendaraan listrik.

Dilansir dari laman Car News China pada Senin (25/3/2024), pabrik BYD di Thailand dijadwalkan akan beroperasi penuh pada bulan April mendatang.

Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 150.000 unit mobil per tahun. Dengan luas lahan mencapai 960.000 meter persegi, pabrik ini diharapkan dapat mempercepat penjualan di pasar Asia Pasifik.

Meskipun masih dalam tahap pembangunan, pabrik BYD di Thailand telah menunjukkan kesiapan untuk memulai produksi dalam waktu dekat.

Bahkan, foto-foto uji coba produksi mobil listrik BYD Atto 3 telah terpampang di laman tersebut.

Pilihan BYD untuk membangun pabrik di Thailand tidaklah tanpa alasan. Penjualan lebih dari 30.000 unit mobil BYD di sana pada tahun 2023 menjadi dorongan bagi perusahaan asal China ini untuk memperluas operasi di Thailand dan wilayah Asia Pasifik lainnya.

Namun, pertanyaan yang mungkin muncul adalah bagaimana situasi di Indonesia. Apakah BYD juga akan mendirikan pabrik di sini?

Pada bulan Januari, saat peluncuran resmi merek BYD, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa BYD berencana menginvestasikan sebesar 1,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp20,33 triliun untuk membangun fasilitas pabrik perakitan mobil di Indonesia.

“Menurut informasi yang kami terima dari eksekutif BYD, investasi yang akan dilakukan sebesar 1,3 miliar dolar AS dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun,” ungkap Airlangga Hartarto.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyambut baik komitmen BYD untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan listrik berbasis baterai terbesar di Asia Tenggara.

“Pada bulan Mei tahun lalu, kita menandatangani MoU yang bukan hanya sekedar selembar kertas, melainkan komitmen untuk inovasi dan pemikiran jangka panjang yang kuat,” tambahnya.

Rencananya, model-model seperti Dolphin, Atto 3, dan Seal akan dirakit di pabrik Indonesia nantinya.

Dengan demikian, Indonesia diharapkan akan menjadi bagian dari perubahan menuju mobilitas ramah lingkungan dengan dukungan dari perusahaan inovatif seperti BYD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *