IQRA

Keutamaan Doa Anak Sholeh untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

121
×

Keutamaan Doa Anak Sholeh untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

Sebarkan artikel ini
Keutamaan Doa Anak Sholeh untuk Orangtua yang Sudah Meninggal
Keutamaan Doa Anak Sholeh untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

Media90 – Anak yang sholeh adalah salah satu anugerah terbesar yang bisa dimiliki oleh seorang orangtua selama hidupnya, bahkan setelah mereka berpulang ke rahmatullah.

Keberuntungan ini tak ternilai harganya bagi umat manusia.

Doa dari seorang anak yang sholeh juga menjadi amalan yang terus mengalirkan pahala bagi ibu dan bapaknya yang telah meninggal dunia.

Keutamaan doa anak yang sholeh ini telah diriwayatkan dalam hadits yang sangat terkenal.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan lainnya, disebutkan, “Apabila seseorang meninggal dunia, amalannya terputus, kecuali tiga hal: sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya.”

Pertanyaan pun muncul, apakah benar doa anak yang sholeh dapat mengalirkan pahala kepada orangtua di alam kubur? Beberapa orang bahkan mengajukan hipotesis yang rumit dan sulit dijelaskan.

Memang benar bahwa amalan seseorang terputus setelah mereka meninggal dunia.

Dengan kata lain, ketika seseorang berada di alam kubur, mereka tidak bisa melakukan kebaikan lagi.

Semua pintu untuk beramal baik telah tertutup.

Namun, apakah ini berarti bahwa doa anak yang sholeh tidak sampai kepada mereka? Tunggu sebentar, sebaiknya jangan terburu-buru mengikuti pendapat semacam ini.

Amalan seseorang yang telah meninggal dunia memang terputus, tetapi pahala dari amalan orang lain untuk mereka masih terus mengalir.

Tentu saja, semua ini harus merujuk pada Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Jika tidak, pendapat tersebut akan ditolak.

Jika kita kembali melihat hadits di atas, terdapat tiga amalan yang terus mengalir pahalanya, yaitu sodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh.

Selain itu, keutamaan memiliki anak yang sholeh terhadap kehidupan akhirat seseorang yang telah meninggal dunia juga ditegaskan dalam hadits lain.

Hadits ini menggambarkan bahwa derajat anak yang sholeh dan orangtuanya akan disamakan.

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda, “Seseorang akan ditinggikan derajatnya di surga. Kemudian dia akan bertanya, ‘Bagaimana aku mencapai semua ini?’ Jawabannya, ‘Yang engkau peroleh adalah karena permohonan ampunan yang diajukan oleh anakmu untukmu.'”

Hadits ini sangat luar biasa dan memotivasi kita untuk terus berusaha mendidik anak-anak agar menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat.

Hadits ini menggambarkan kehidupan seseorang setelah meninggal dunia dan ditempatkan di surga, meskipun amalannya di dunia belum mencukupi untuk mencapai semua itu.

Namun, berkat doa dari anak yang sholeh, orangtua tersebut mendapatkan derajat yang sama dengan anaknya.

Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan yang selalu ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua di dunia ini.

Seperti yang diungkapkan oleh Imam besar Al-Munawi, “Jika tidak ada keutamaan pernikahan selain hadits ini, maka sudah cukup untuk menunjukkan betapa besar keutamaannya.”

Oleh karena itu, ketika kita memiliki seorang anak, apa pun sikap dan tingkah lakunya, penting bagi kita untuk terus menjalankan pendidikan dengan penuh kasih sayang.

Anak-anak yang masih kecil tidak layak menerima perlakuan kasar atau perkataan kasar dari siapa pun, terutama dari orangtuanya. Mereka seperti benih tanaman yang baru muncul ke permukaan tanah.

Bagaimana daun, batang, dan buahnya kelak akan bergantung pada proses pertumbuhannya.

Pembinaan yang baik dengan pendekatan kasih sayang dan cinta akan bertahan lebih lama daripada pendekatan yang didasarkan pada ketakutan untuk memaksakan ketaatan.

Dengan kasih sayang, anak-anak akan dekat dengan kita.

Mereka akan menganggap kita sebagai sahabat yang lebih diprioritaskan untuk berbagi curhat daripada siapa pun.

Bukankah ini adalah hal yang didambakan oleh banyak orangtua di dunia ini? Pendidikan sejak dini akan membentuk karakter anak di masa depan, menentukan siapa mereka dan apa yang mereka capai.

Dan tentu saja, hal ini akan memudahkan kita dalam mencetak generasi yang sholeh dan bermanfaat bagi sesama.

Maka, mari kita selalu bersyukur atas nikmat yang Allah anugerahkan kepada kita dan kepada orangtua kita, dan berusaha melakukan amal shalih yang Allah ridhoi.

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan hamba-Nya yang sholeh. Aamiin. (QS. An-Naml: 19).