OTOMOTIF

Titik Tergantung Nasib Nissan Terra: Ancaman Penghujung Jalan atau Penyuntikan Terakhir?

223
×

Titik Tergantung Nasib Nissan Terra: Ancaman Penghujung Jalan atau Penyuntikan Terakhir?

Sebarkan artikel ini
Nasib Nissan Terra Di Ujung Tanduk, Bakal Disuntik Mati
Nasib Nissan Terra Di Ujung Tanduk, Bakal Disuntik Mati

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Penggemar mobil Nissan di seluruh dunia harus menghadapi kabar buruk, terutama para pecinta segmen Sport Utility Vehicle (SUV).

Produk andalan Nissan di segmen tersebut, yaitu Terra, saat ini berada di ujung tanduk, menghadapi masa depan yang suram.

Informasi mengenai kondisi kritis Terra ini terkuak melalui laporan dari Autoindustriya pada Rabu (23/8/2023), yang mendapatkan informasi dari sumber internal yang sangat akrab dengan rencana masa depan Nissan.

Menurut sumber tersebut, Nissan memiliki rencana untuk menghentikan produksi dan penjualan SUV 7 kursi tersebut, dan sayangnya, tidak ada model generasi baru yang sedang dalam tahap pengembangan.

Keputusan drastis untuk mengakhiri kehadiran Terra ini, sepertinya memiliki latar belakang yang kompleks.

Salah satu alasan kemungkinan adalah pergeseran preferensi konsumen dalam hal kendaraan elektrifikasi.

Selain itu, penjualan Terra yang melambat di beberapa negara juga bisa menjadi faktor penentu.

Namun, dari kedua faktor tersebut, kemungkinan besar faktor penjualan yang rendah memiliki pengaruh yang signifikan.

Di Filipina, Terra masih menerima sambutan hangat dari konsumen. Bahkan, Terra berhasil menjadi model Nissan terlaris kedua di sana.

Data penjualan dari Januari hingga Juni 2023 menunjukkan angka penjualan sebanyak 2.322 unit, yang menyumbang 12,6 persen pangsa pasar di kelasnya.

Lebih menarik lagi, angka ini mewakili sekitar 17,6 persen dari total penjualan Nissan di Filipina.

Namun, di negara lain, Terra menghadapi tantangan yang jauh lebih besar.

Di Thailand, misalnya, meskipun merupakan tempat produksinya, Terra tidak mampu bersaing secara signifikan di pasar.

Penjualan di negara ini terbilang jauh dari kata memuaskan. Hal serupa terjadi di Cina, di mana Terra juga diproduksi secara lokal namun penjualannya tidak mencapai angka yang menggembirakan.

Meskipun potensi Terra di berbagai negara tampak bervariasi, di Indonesia pun nasibnya tidak berbeda.

Pertama kali memasuki pasar Tanah Air pada tahun 2018, Terra awalnya menunjukkan potensi bersaing dengan pesaing tangguh seperti Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport.

Namun, dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun, kehadirannya mulai memudar.

Tahun 2022, Nissan mencoba menghidupkan kembali Terra dengan versi terbarunya. Namun, upaya ini ternyata tidak membuahkan hasil positif.

Penampilan baru Terra tidak mampu menarik minat banyak konsumen, dan data angka penjualan menggambarkan situasi yang memprihatinkan.

Menurut data penjualan dari Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pada periode Januari hingga Juli 2023, Terra hanya berhasil terjual sebanyak 82 unit secara grosir dari pabrik ke diler.

Kurangnya permintaan di sejumlah pasar di kawasan ini tampaknya menjadi faktor penentu potensi penghentian Terra.

Meski demikian, bukan berarti kabar ini benar-benar buruk. Nissan diperkirakan akan memperluas lini kendaraan crossover mereka dengan mengadopsi teknologi e-Power di masa depan.

Langkah ini dapat menjadi usaha untuk beradaptasi dengan perubahan tren pasar dan memenuhi keinginan konsumen akan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Secara keseluruhan, nasib Nissan Terra yang terancam di ujung tanduk menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh produsen mobil dalam menjaga relevansi dan daya saingnya di pasar yang terus berkembang.

Dengan perubahan preferensi konsumen, persaingan yang semakin ketat, dan pergeseran menuju kendaraan berbasis listrik, langkah-langkah strategis seperti mengadopsi teknologi baru mungkin menjadi kunci bagi produsen mobil untuk tetap berada di puncak industri otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *