OTOMOTIF

Penurunan Ekspor Motor CBU Tahun 2023: Respons AISI Terhadap Tantangan Global

161
×

Penurunan Ekspor Motor CBU Tahun 2023: Respons AISI Terhadap Tantangan Global

Sebarkan artikel ini
Ekspor Motor CBU Turun Pada 2023, Ini Tanggapan AISI
Ekspor Motor CBU Turun Pada 2023, Ini Tanggapan AISI

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Ekspor motor buatan Indonesia dalam bentuk Completely Built Up (CBU) mengalami penurunan yang mencolok pada tahun 2023, dengan jumlah unit yang diekspor mencapai 570.004 unit, turun dari 743.551 unit pada tahun sebelumnya.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyoroti faktor-faktor global, terutama kebijakan industrialisasi di beberapa negara tujuan ekspor, yang turut berkontribusi pada penurunan tersebut.

Menurut Hari Budiyanto, Sekretaris Umum AISI, “Ekspor motor CBU memang mengalami penurunan karena banyak negara tujuan ekspor, baik di Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) maupun negara lain, menerapkan kebijakan industrialisasi di dalam negeri mereka sendiri.”

Hari menambahkan bahwa meskipun ekspor motor CBU mengalami penurunan, ekspor motor dalam bentuk Completely Knock Down (CKD) tetap memberikan kontribusi besar.

“Data CKD kita saat ini belum tersedia, tetapi penjualan CKD cukup besar. Salah satu anggota kita bahkan mencapai 450 ribu unit motor terjual per bulan. Jumlah ini hampir sebanding dengan penjualan motor domestik kita, yang mencapai 6 juta unit untuk ekspor CKD, belum termasuk penjualan part by part yang terurai murni.”

Sementara itu, pasar motor di dalam negeri mengalami kinerja positif, mencatat penjualan sebanyak 6.236.992 unit pada tahun 2023.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 19 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, di mana penjualan motor domestik pada 2022 mencapai 5.221.470 unit.

Penjualan motor selama tahun 2023 menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir, menandai kebangkitan pasar setelah penurunan tajam pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Pada tahun tersebut, penjualan motor hanya mencapai 3,6 juta unit, hampir dua kali lipat lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2019 yang mencapai 6,4 juta unit.

Meskipun penjualan domestik pada tahun 2023 menunjukkan pemulihan, angka tersebut masih belum mencapai puncak penjualan tertinggi yang terjadi pada tahun 2011, di mana penjualan motor mencapai 8 juta unit.

Kinerja positif pasar domestik memberikan optimisme terhadap industri otomotif Indonesia, menandakan potensi pertumbuhan yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *