BERITA

Penerapan Sistem Pagar Meningkatkan Produksi Kopi dan Kesejahteraan Petani di Lampung Barat

65
×

Penerapan Sistem Pagar Meningkatkan Produksi Kopi dan Kesejahteraan Petani di Lampung Barat

Sebarkan artikel ini
Tingkatkan Produksi, Petani Kopi Lampung Barat Terapkan Sistem Pagar
Tingkatkan Produksi, Petani Kopi Lampung Barat Terapkan Sistem Pagar

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Petani kopi di Lampung Barat tengah berupaya meningkatkan produksi kopi mereka dengan menerapkan sistem pagar.

Selain berdampak positif pada produksi, penggunaan sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, Yuliastuti, mengungkapkan bahwa penggunaan sistem pagar mulai diterapkan di UPTD Balai Benih Kebun Induk (BBKI) Hanakau, yang berlokasi di Liwa, Kabupaten Lampung Barat.

Dengan penerapan sistem ini, satu hektare lahan kopi mampu menampung hingga 4.000 batang pohon kopi, dan target produksi per tahunnya adalah mencapai empat ton.

Dalam sistem pagar, pohon kopi ditanam dalam satu baris dengan jarak sekitar satu meter antara satu pohon dan pohon lainnya, sementara jarak antarbaris adalah sekitar 2,5 meter.

Yuliastuti menjelaskan, “Bila dilihat penanaman dengan sistem ini seperti pagar yang berjajar, sehingga jarak setiap baris adalah 2,5 meter.”

Pemerintah daerah telah berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada para petani kopi agar mereka dapat dengan lancar menerapkan sistem pagar.

Yuliastuti menekankan, “Perlahan-lahan kita ubah cara pandang para petani kopi mengenai cara tanam pohon kopi yang lebih efektif dan efisien.”

Dampak positif dari penerapan sistem pagar telah mulai terlihat, dengan beberapa petani mencapai produksi hingga dua ton per hektare per tahun, yang merupakan peningkatan signifikan dari sebelumnya yang hanya mencapai 500-700 kilogram per hektare per tahun.

Dengan sistem ini, harapannya adalah dapat meningkatkan produktivitas kopi di Lampung dan, pada gilirannya, kesejahteraan petani kopi di daerah ini.

Salah satu petani, Supriyono, yang berasal dari Desa Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, sudah merasakan dampak positif dari penerapan sistem pagar ini.

“Saya sudah menerapkan sistem pagar di kebun kopi seluas seperempat hektare, dan produksi saya sekarang menyamai lahan seluas 1 hektare dengan sistem penanaman secara tradisional,” ujar Supriyono dengan senang hati.

Dengan peningkatan produktivitas kopi, diharapkan akan terjadi peningkatan kesejahteraan petani.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung pada tahun 2021 mencatat total luas lahan tanam kopi mencapai 156.396 hektare. Sedangkan produksi kopi robusta Lampung pada tahun 2022 mencapai total 118.139 ton.

Kabupaten Lampung Barat, dengan kontribusi produksi sebesar 56.054 ton, menjadi salah satu daerah terbesar penghasil kopi di provinsi ini, diikuti oleh Tanggamus dengan 36.908 ton, dan Lampung Utara dengan 10.120 ton.

Tiga daerah ini juga memiliki luas lahan kopi terluas, yaitu Kabupaten Lampung Barat seluas 54.101 hektare, Tanggamus 41.508 hektare, dan Lampung Utara 25.674 hektare.

Penerapan sistem pagar ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan produksi kopi dan kesejahteraan petani di Lampung Barat, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu penghasil kopi terkemuka di Provinsi Lampung.