BERITA

Mendalami Ilmu di Negeri Formosa: Perjalanan Studi S3 Dosen Universitas Malahayati, Teguh Pribadi, dengan Beasiswa Taiwan

33
×

Mendalami Ilmu di Negeri Formosa: Perjalanan Studi S3 Dosen Universitas Malahayati, Teguh Pribadi, dengan Beasiswa Taiwan

Sebarkan artikel ini
Terima Beasiswa S3 di Taiwan, ini Cerita Studi Dosen Universitas Malahayati Teguh Pribadi
Terima Beasiswa S3 di Taiwan, ini Cerita Studi Dosen Universitas Malahayati Teguh Pribadi

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Sebuah pencapaian gemilang telah diraih oleh Teguh Pribadi, seorang dosen keperawatan dari Universitas Malahayati.

Dengan gelar Ners dan M.Sc., Teguh berhasil meraih beasiswa untuk melanjutkan studi S3 di National Cheng Kung University, Taiwan.

Dalam berbagi pengalamannya, Teguh menceritakan perjalanan pendidikannya di Taiwan. Ia tidak sendirian, melainkan bersama dua mahasiswa Indonesia lainnya yang juga mengejar ilmu di National Cheng Kung University, satu berasal dari Jawa Tengah dan satu lagi dari Malang, Jawa Timur.

Mereka bergabung dengan mahasiswa dari berbagai negara, seperti Vietnam, Thailand, Sri Lanka, dan juga 11 mahasiswa lokal Taiwan.

Sebagai seorang dosen, Teguh merasa ada tuntutan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan. “Saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S2 pada tahun 2014, kemudian mendapat beasiswa S3 di Taiwan pada tahun 2023,” ujar Teguh pada Rabu (31/1/2024).

Teguh menjelaskan bahwa proses pendaftaran relatif mudah, dengan syarat utama adalah kemampuan berbahasa Inggris minimal 550 untuk TOEFL.

Pilihan Teguh jatuh pada Taiwan karena ia sudah familiar dengan lingkungan pendidikan dan keberadaan komunitas Indonesia yang cukup besar di sana.

“Saya diterima di tiga universitas di Taiwan, namun saya memilih kembali ke National Cheng Kung University karena sudah familiar dengan lingkungannya. Proses pendaftarannya cukup mudah, terutama bagi dosen yang mendapatkan dukungan beasiswa dari pemerintah,” tambahnya.

Tentang situasi pendidikan di National Cheng Kung University, Teguh memberikan penilaian positif. Ia menilai lingkungan pembelajaran sangat kondusif dengan fasilitas yang memadai.

Dosen sangat membimbing, dengan satu dosen pembimbing yang cukup, hal ini sangat berbeda dengan studi di Indonesia yang bisa melibatkan hingga tiga promotor.

Pentingnya monitoring terhadap kemajuan proposal dan publikasi juga diungkapkan oleh Teguh. Setiap pekan, ada grup pertemuan untuk membahas capaian progres, memungkinkan mahasiswa fokus pada tugas dan penelitian mereka.

Teguh juga berbagi pengalaman tentang kehidupan sehari-hari di Taiwan. Ia menekankan pentingnya adaptasi terhadap kebiasaan dan lingkungan baru.

Meskipun sebagai seorang muslim, Teguh berhasil menjalankan ibadah dan memenuhi kebutuhan makanan dengan menemukan restoran vegetarian dan kemudahan mendapatkan bahan makanan.

“Fleksibilitas dan kesiapan untuk beradaptasi menjadi kunci kelancaran saya di Taiwan,” ujarnya.

Dengan cerita inspiratifnya, Teguh Pribadi memberikan gambaran positif tentang pengalaman studi S3 di luar negeri, mengajarkan nilai-nilai adaptasi dan semangat meraih impian.