BERITA

Uji Daya Hasil Tujuh Galur Padi Baru Rakitan di Prodi Teknologi Pembenihan Polinela

46
×

Uji Daya Hasil Tujuh Galur Padi Baru Rakitan di Prodi Teknologi Pembenihan Polinela

Sebarkan artikel ini
Prodi Teknologi Pembenihan Polinela Uji Daya Hasil Tujuh Galur Padi Baru Rakitan
Prodi Teknologi Pembenihan Polinela Uji Daya Hasil Tujuh Galur Padi Baru Rakitan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Di tengah tantangan untuk memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat, Tim Peneliti Pemuliaan Tanaman Program Studi (Prodi) Teknologi Perbenihan, Politeknik Negeri Lampung (Polinela), terus bekerja keras untuk menciptakan varietas padi baru yang memiliki karakteristik unggul.

Tim ini, yang dipimpin oleh Eka Erlinda Syuriani, S.P., M.Si., bersama dua anggota tim, Dr. Ir. Jaenudin Kartahadimaja, M.P., dan Jamaludin Adimiharja, S.Tr. P., M.Si., serta dua mahasiswa, berhasil merakit tujuh jenis padi baru dengan identitas nomor galur, seperti GB1, GB2, GB3, GB 3.1, GB4, GB5, dan GB6 generasi ke-8 (F8), yang saat ini sedang diuji potensi hasilnya.

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan varietas padi yang unggul, dengan potensi hasil yang tinggi, ketahanan terhadap rebah, hama, dan penyakit, serta masa panen yang lebih cepat.

Dalam penelitian ini, Tim Peneliti menggunakan dua varietas padi unggul nasional, yaitu Inpari 32 dan Inpari 48 sebagai pembanding.

Hasil dari pengujian di lapangan menunjukkan bahwa lima jenis padi baru, yakni galur GB1, GB2, GB3, GB3.3, dan GB6, memiliki potensi hasil yang setara dengan varietas pembanding Inpari 48 dan Inpari 32.

Menariknya, semua jenis padi baru yang dirakit oleh tim Polinela juga memiliki umur panen yang relatif lebih pendek, sesuai dengan preferensi petani lokal.

Eka Erlinda Syuriani, pemimpin tim peneliti, mengungkapkan, “Berdasarkan data hasil pengujian umur panen, semua jenis padi baru rakitan Polinela termasuk umur yang genjah atau pendek.”

Menurutnya, jenis padi yang diminati oleh para petani bukan hanya yang memiliki potensi hasil tinggi, tetapi juga memiliki karakteristik lain yang mempermudah pengelolaan dan pertumbuhannya.

Tim peneliti Polinela berharap bahwa institusi mereka dapat berkembang menjadi Perguruan Tinggi Vokasi yang mampu menjadi pusat pengembangan benih-benih padi unggul.

Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk petani lokal dan nasional serta berperan dalam mencapai ketahanan dan kemandirian pangan, terutama dalam produksi beras yang saat ini masih dihadapkan pada banyak kendala.

Inovasi dalam pemuliaan tanaman seperti yang dilakukan oleh Tim Peneliti Polinela sangat penting untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia.

Semoga hasil penelitian mereka dapat memberikan manfaat besar bagi petani dan industri pertanian di masa depan.