BERITA

Tragedi di Rel: Bocah di Kotabumi Lampung Utara Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Bermain

23
×

Tragedi di Rel: Bocah di Kotabumi Lampung Utara Tewas Tertabrak Kereta Api Saat Bermain

Sebarkan artikel ini
Asyik Bermain di Rel, Bocah di Kotabumi Lampung Utara ini Tewas Tertabrak Kereta Api
Asyik Bermain di Rel, Bocah di Kotabumi Lampung Utara ini Tewas Tertabrak Kereta Api

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Sebuah kejadian tragis mengguncang Talang Harapan, Kotabumi Udik, Lampung Utara, saat seorang bocah berusia 9 tahun yang dikenal dengan inisial RP, tewas tertabrak kereta api di Jalur Rel Kereta Api Dusun 01 Desa Banjar Wangi pada Senin (1/4/2024).

Kehadiran petugas Inafis dari Polres Lampung Utara, Polsek Kotabumi Utara, dan Polsuska segera di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban.

Kapolsek Kotabumi Utara, AKP Farikhin, membenarkan kejadian tersebut. “Ya benar ada kejadian orang tertabrak kereta di Jalur Rel Kereta Api Dusun 01 Desa Banjar Wangi,” ujar AKP Farikhin.

Dalam menindaklanjuti laporan warga, petugas kepolisian bersama tim Inafis dan Polsuska segera mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Ryacudu Kotabumi.

AKP Farikhin menjelaskan kronologi kejadian tersebut, “Sebelum kejadian, korban bersama temannya sedang bermain menggiling paku di rel jalur kereta api.”

“Pada saat itu, korban berdiri di tengah-tengah jalur rel kereta api, sedangkan temannya berdiri di pinggir rel,” tambahnya.

Situasi semakin memprihatinkan ketika terdengar bunyi suara kereta api, namun upaya temannya memanggil untuk menjauh dari lokasi tidak berhasil. Korban tetap berdiri di tengah rel.

“Kemudian datang Kereta Api Kuala Stabas dari Baturaja menuju Kotabumi, dengan bunyi bel besar dan korban tertabrak dari arah belakang,” papar AKP Farikhin.

Kejadian ini menyoroti pentingnya kesadaran akan bahaya di sekitar rel kereta api dan perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas di sekitar jalur kereta.

Semoga kejadian tragis ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dan menghindari risiko serupa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *