BERITA

Tantangan Membangun Kota Metro di Era Perkembangan Teknologi

79
×

Tantangan Membangun Kota Metro di Era Perkembangan Teknologi

Sebarkan artikel ini
Perkembangan Teknologi Jadi Tantangan Pembangunan Kota Metro

Media90 – Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, menyoroti tantangan berat yang dihadapi dalam pembangunan kota ke depan.

Perkembangan teknologi dan pertumbuhan penduduk yang terus berubah menjadi faktor utama yang memperumit proses ini.

Dalam pandangan Wahdi, solusi utamanya adalah perencanaan pembangunan yang matang dan detail.

Menurut Wahdi, perkiraan menunjukkan bahwa sekitar 70 persen penduduk akan berada di wilayah perkotaan hingga tahun 2045, dengan mayoritas berada pada usia produktif.

“Dengan demikian, tata kelola kota yang baik sangatlah penting agar tidak menimbulkan masalah di masa mendatang. Bonus demografi harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk mewujudkan kesejahteraan dengan pemerataan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya pada Selasa, 4 Juni 2024.

Baca Juga:  Ahmad Giri Akbar, Ketua Bappilu Gerindra Lampung: Pemilu Berakhir, Tapi Jaga Kehati-hatian

Wahdi optimis dengan kondisi pembangunan saat ini di Kota Metro yang dinilainya sudah sangat baik, didukung oleh kualitas SDM yang berkualitas pula.

“Dengan perencanaan yang matang serta partisipasi aktif masyarakat, saya yakin Metro bisa menghadapi semua tantangan ini dan berkembang menjadi kota yang lebih maju,” tambahnya.

Dia juga menekankan pentingnya pembangunan kota yang inklusif, ramah terhadap disabilitas, pejalan kaki, dan pengendara sepeda.

Langkah konkret telah diambil dengan pembangunan trotoar yang ramah bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda, serta pembangunan gedung yang memperhatikan kebutuhan disabilitas.

Program Jamapai: Investasi pada Lansia dan Generasi Emas

Selain itu, Kota Metro juga memberikan perhatian khusus kepada para lansia dan generasi emas melalui program unggulan bernama Jaringan Masyarakat Peduli Anak Ibu (Jamapai).

Baca Juga:  Mahasiswa FKIP Unila Bergabung dalam Diklat Singkat Kepramukaan untuk Membangun Karakter

Program ini melibatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, PKK, kader kesehatan, camat, lurah, RT/RW, dan masyarakat.

Jamapai memiliki berbagai program, seperti home care dan pemeriksaan kesehatan untuk lansia, serta pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu yang menderita penyakit atau stunting.

“Melalui program Jamapai, kami juga memantau ibu hamil dan anak-anak di Posyandu untuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, sehingga diharapkan mereka menjadi generasi emas yang cemerlang di Kota Metro,” tutup Wahdi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *