BERITANASIONAL

Rasakan Keindahan Hutan dalam Festival Wisata ‘Hutopia’ di Tahura Sumber Agung Bandar Lampung: Jadwal Menarik 3-10 Juli 2023!

102
×

Rasakan Keindahan Hutan dalam Festival Wisata ‘Hutopia’ di Tahura Sumber Agung Bandar Lampung: Jadwal Menarik 3-10 Juli 2023!

Sebarkan artikel ini
Rasakan Keindahan Hutan dalam Festival Wisata 'Hutopia' di Tahura Sumber Agung Bandar Lampung Jadwal Menarik 3-10 Juli 2023!
Rasakan Keindahan Hutan dalam Festival Wisata 'Hutopia' di Tahura Sumber Agung Bandar Lampung Jadwal Menarik 3-10 Juli 2023!

Media90 – Dalam upaya mendukung Festival Krakatau 2023 (K-Fest 2023), Dinas Kehutanan Provinsi Lampung memberikan dukungannya melalui kegiatan Festival Wisata Hutan (FWH).

Festival Wisata Hutan 2023 ini akan diadakan pada tanggal 3-10 Juli 2023 di UPTD KPH Tahura di Sumber Agung, Bandar Lampung.

Festival tersebut bertujuan untuk mengundang masyarakat umum agar dapat merasakan pesona hutan Lampung, dengan menggabungkan keindahan alam dan kearifan lokal masyarakat sekitar hutan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yayan Ruchyansyah, menjelaskan bahwa festival ini akan menampilkan daya tarik yang terdapat di dalam kawasan hutan.

FWH juga menjadi wadah bagi para petani hutan yang menjadikan hutan sebagai sumber mata pencaharian mereka. Oleh karena itu, potensi daya tarik tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal.

“FWH memiliki ciri khasnya sendiri yang membedakannya dengan festival lainnya.

Objek wisata yang ditampilkan dalam festival ini terletak di dalam kawasan hutan, memberikan pengalaman unik bagi para pengunjung. Tidak hanya menawarkan pemandangan yang memukau, FWH juga menjadi ajang perhelatan yang dikelola oleh para petani hutan, yang menjadikan hutan sebagai sumber mata pencaharian mereka,” ungkap Yayan Ruchyansyah pada Rabu (21/6/2023).

Yayan menambahkan, “Hal ini merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat kita abaikan saat ini.

Dengan adanya perhutanan sosial, seluruh aspek di dalam kawasan hutan sekarang memiliki persetujuan perhutanan sosial dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak lagi memerlukan perizinan tambahan untuk memanfaatkannya.”

FWH adalah festival kedua yang diadakan setelah Festival Hutan yang mengusung unsur wisata oleh Dinas Kehutanan pada tahun 2021.

Sebagai Festival Wisata Hutan, kegiatan ini baru diadakan dua kali, yaitu pada tahun 2022 dan 2023.

“Kami masih dalam tahap pembelajaran. Ini merupakan hal baru dalam pengelolaan hutan, dengan mengangkat aspek wisata.

Kami bukan mengambil peran dari dinas pariwisata, tetapi mencoba menggali potensi dan memberitahukan kepada masyarakat umum bahwa terdapat potensi wisata yang dapat dimanfaatkan di dalam kawasan hutan,” jelasnya.

“Festival ini dirancang untuk memberikan perasaan perayaan kepada pengunjung. Terdapat berbagai kegiatan menarik yang akan diselenggarakan selama tujuh hari berturut-turut, mulai dari lomba hingga pameran objek wisata.

Selain itu, juga akan ada pameran hasil hutan bukan kayu yang dapat dijadikan sebagai cindera mata dan lain sebagainya,” tambah Yayan.

Peluncuran FWH dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 3 Juli 2023 di Swiss-Belhotel Lampung, dengan acara pameran di Kantor UPTD KPH Tahura di Sumber Agung.

Yayan menjelaskan bahwa penyelenggaraan FWH merupakan hasil dari kerjasama dengan Dinas Parekraf dan diakui sebagai rangkaian dari Festival Krakatau.

Terdapat kesamaan jadwal kegiatan dengan Festival Krakatau, sehingga diharapkan pengunjung K-Fest juga dapat mengunjungi kegiatan Festival Wisata Hutan.

“Kami semua bekerja berdasarkan visi, misi, dan janji kerja Gubernur. Pak Arinal Djunaidi ingin Lampung menjadi kaya akan festival.

Kolaborasi ini juga sesuai dengan misi Gubernur dalam pengelolaan sumber daya alam untuk kesejahteraan bersama,” ungkap Yayan.

“Marilah kita meramaikan Festival Wisata Hutan Lampung 2023 yang berlangsung selama tujuh hari sebagai bagian dari dukungan kami terhadap Festival Krakatau 2023.

Festival ini akan membuka mata kita terhadap berbagai potensi wisata hutan yang dapat dinikmati, sambil mensejahterakan masyarakat sekaligus melestarikan fungsi hutan,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *