BERITANASIONAL

Pemprov Lampung Pilih PKOR Way Halim sebagai Lokasi Utama Festival Krakatau 2023, Mari Bergabung dan Ramaikan Juli Ini!

158
×

Pemprov Lampung Pilih PKOR Way Halim sebagai Lokasi Utama Festival Krakatau 2023, Mari Bergabung dan Ramaikan Juli Ini!

Sebarkan artikel ini
Pemprov Lampung Pilih PKOR Way Halim sebagai Lokasi Utama Festival Krakatau 2023, Mari Bergabung dan Ramaikan Juli Ini!
Pemprov Lampung Pilih PKOR Way Halim sebagai Lokasi Utama Festival Krakatau 2023, Mari Bergabung dan Ramaikan Juli Ini!

Media90 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan menyelenggarakan Festival Krakatau tahun 2023 pada tanggal 8 Juli 2023 di PKOR Way Halim, Bandar Lampung.

Festival ini akan menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya Lampung yang kaya dalam bentuk kontemporer, dengan fokus pada budaya tuping dan tutup kepala.

Budaya tuping telah menjadi bagian dari identitas beberapa kabupaten di Lampung, seperti Sekura di Lampung Barat, tuping di Lampung Selatan, dan budaya nyubuk di masyarakat Pepadun.

Budaya-budaya ini akan menjadi sorotan utama dalam Festival Krakatau 2023.

Bobby Irawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Lampung, menyampaikan harapannya bahwa budaya tuping akan menjadi ciri khas yang kuat dalam Festival Krakatau di tahun-tahun mendatang.

Dalam upaya untuk melibatkan masyarakat secara aktif, festival ini menawarkan kegiatan yang unik sehingga masyarakat dapat terlibat sebagai penonton maupun peserta dalam kirab budaya.

“Festival Krakatau ini diharapkan menjadi milik seluruh masyarakat Lampung dan juga merupakan bagian dari komitmen Gubernur Lampung untuk mengembangkan pariwisata di daerah ini,” ujar Bobby Irawan pada Selasa (20/6/2023).

Sebagai bagian dari strategi pengembangan pariwisata di Lampung, Disparekraf Lampung juga akan mengundang provinsi-provinsi lain yang memiliki budaya topeng dan tutup kepala, seperti Bali, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan provinsi lainnya.

“Dengan mengundang provinsi lain, festival Krakatau tahun ini akan memiliki tingkat nasional. Festival ini akan berlangsung sehari penuh, karena jika dilaksanakan dalam beberapa hari, minat masyarakat akan terpecah. Oleh karena itu, kami memusatkan festival ini di PKOR Way Halim,” jelas Bobby Irawan.

Dalam festival ini, Disparekraf Lampung juga akan melibatkan anak-anak sekolah dalam kegiatan mewarnai topeng pada pagi hari.

Selain itu, akan ada pemecahan rekor MURI oleh komunitas dan pemangku kepentingan kuliner, serta kirab budaya sebagai acara utama di siang hari.

Pada malam harinya, akan ada hiburan rakyat yang menampilkan artis-artis terkenal tingkat nasional asal Lampung.

Namun, karena Gunung Anak Krakatau masih aktif, Tour Krakatau tidak akan dilaksanakan dalam festival ini.

Meskipun demikian, jika memungkinkan, Tour Krakatau akan diadakan pada periode paska festival pada akhir Agustus 2023.

Dengan dukungan dari berbagai pihak dan pelaku pariwisata, festival ini diharapkan dapat memiliki karakter yang kuat dan meningkatkan popularitas Lampung secara nasional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *