BERITANASIONAL

Penyebab Kematian Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur: Tim Dokter Sedang Mengungkap Rahasianya!

78
×

Penyebab Kematian Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur: Tim Dokter Sedang Mengungkap Rahasianya!

Sebarkan artikel ini
Penyebab Kematian Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Tim Dokter Sedang Mengungkap Rahasianya!
Penyebab Kematian Gajah Mambo di Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur Tim Dokter Sedang Mengungkap Rahasianya!

Media90 – Tim dokter di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian Mambo, seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus).

Hermawan, Kepala Sub Bagian Tata Usaha di Balai Taman Nasional Way Kambas, menyatakan bahwa penyebab kematian gajah tersebut masih belum diketahui.

Berdasarkan catatan medis, gajah Mambo tidak pernah mengalami kegemukan dan memiliki Body Condition Index (BCI) yang hampir selalu bernilai tiga atau bahkan kurang.

“Selama hidupnya, tim medis di Balai TNWK telah melakukan pemeriksaan darah berkali-kali, namun tidak menemukan adanya kelainan atau penyakit tertentu. Gajah Mambo juga mendapatkan perawatan rutin, termasuk pemberian vitamin baik secara oral maupun melalui infus,” ungkap Hermawan pada Sabtu (24/6/2023).

Gajah Mambo adalah hasil penyelamatan dan ditranslokasi dari Palembang ke Pusat Latihan Gajah (PLG) di TNWK pada tanggal 15 April 1985.

“Berdasarkan informasi dari mahout atau pawang, sehari sebelum kematian, gajah Mambo masih terlihat makan dan minum seperti biasa. Sekitar pukul 06.30 WIB, para mahout PLG mengeluarkan gajah-gajah dari kandang untuk digembalakan. Pada saat itu, gajah Mambo terlihat masih berdiri di kandangnya, tetapi sekitar pukul 06.45 WIB, dia tiba-tiba roboh,” jelasnya.

Hermawan menambahkan bahwa para mahout berusaha membangunkan gajah Mambo dengan bantuan gajah-gajah lain, namun upaya tersebut tidak berhasil dan kondisi gajah Sumatera tersebut semakin melemah.

“Pada pukul 07.10 WIB pada Jumat, tim medis PLG TNWK menyatakan Mambo telah meninggal dunia,” tambahnya.

Drh. Diah Esti Anggraini, dokter yang menangani kasus kematian gajah Sumatera di TNWK, menjelaskan bahwa tim dokter sedang melakukan nekropsi dan mengambil sampel dari Mambo, termasuk hati, jantung, paru-paru, ginjal, limpa, usus, lambung, dan otak.

Sampel-sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVet) di Bandar Lampung.

“Dalam pemeriksaan visual (makroskopis) dan perabaan (palpasi), ditemukan beberapa hal, seperti adanya batu di hati, pelemakan pada organ jantung, dan penebalan jaringan ikat pada paru-paru yang mengganggu pernapasan,” jelasnya.

Gajah Sumatera termasuk dalam jenis satwa liar yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (LHK) Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri LHK Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi.

Menurut daftar merah spesies terancam The International Union for Conservation (IUCN), Gajah Sumatera diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah dengan status terancam kritis (critically endangered) di alam liar.

Gajah Sumatera juga merupakan salah satu satwa prioritas dan mendapat perhatian khusus dalam pengelolaan Taman Nasional Way Kambas.