BERITA

Penemuan Mayat Misterius: Identitas Tak Diketahui! Investigasi di Taman Kota Kota Agung Tanggamus Ungkap Ciri-cirinya

31
×

Penemuan Mayat Misterius: Identitas Tak Diketahui! Investigasi di Taman Kota Kota Agung Tanggamus Ungkap Ciri-cirinya

Sebarkan artikel ini
Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Kota Kota Agung Tanggamus, ini Ciri-cirinya
Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Taman Kota Kota Agung Tanggamus, ini Ciri-cirinya

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pada Minggu subuh tanggal 11 Februari 2024, sebuah peristiwa tragis terjadi di Taman Ir. Soekarno Kota Agung, Kelurahan Kuripan, Kabupaten Tanggamus.

Seorang petugas kebersihan yang rutin membersihkan taman kota tersebut menemukan mayat seorang perempuan berusia sekitar 45 tahun di panggung utama ruang terbuka hijau.

Menurut keterangan Kapolsek Kota Agung, AKP Amsar, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petugas kebersihan bernama Majnah pada pukul 03.30 WIB.

Mayat tersebut tergeletak bersender di tembok, dan setelah dipanggil rekannya, Yuli Yuningsih, untuk memeriksanya, diketahui bahwa korban sudah tidak bergerak dan telah meninggal dunia.

“Korban diketahui tidak memiliki tempat tinggal dan sudah dua bulan ini tinggal di Pendopo Taman Kota. Korban juga diketahui seorang penyandang disabilitas,” ungkap AKP Amsar.

Selain itu, diketahui bahwa korban bukanlah warga asli Kota Agung dan tidak memiliki keluarga.

Karena mayat tersebut tidak memiliki identitas yang jelas, polisi melakukan langkah-langkah identifikasi dengan bantuan Tim Inafis Satreskrim Polres Tanggamus. Mayat kemudian dievakuasi ke RSUD Kota Agung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Mayat dievakuasi ke RSUD Batin Mangunang Kota Agung, selanjutnya dimakamkan di sekitar RSUD Batin Mangunang Kota Agung,” tambahnya.

Lurah Kuripan, Rio Iskandar, menyatakan bahwa korban termasuk dalam kategori orang terlantar.

Namun, tidak ada identitas yang jelas karena ketika beberapa hari sebelumnya ada upaya untuk berkomunikasi dengannya, korban tidak memberikan jawaban yang pasti.

“Ibu itu kalau ditanya berasal dari daerah sana, daerah sini ngawur jawabannya,” kata Rio.

Rio juga menambahkan bahwa wanita tersebut tampaknya lebih memilih hidup sebagai gelandangan. Ketika hendak diantarkan pulang, korban menolak dan tidak memberikan petunjuk arah ke rumahnya.

“Dia penyandang disabilitas, bukan warga asli Tanggamus dan berdasarkan info kalau sesosok mayat tersebut merupakan warga Kabupaten Pringsewu,” tutupnya.

Kejadian ini menyoroti pentingnya perlunya perhatian lebih terhadap orang-orang terlantar dan penyandang disabilitas dalam masyarakat serta penanganan yang lebih baik terhadap identifikasi dan perlindungan mereka.