BERITA

Pemanfaatan Kulit Pisang Menjadi POC: Inovasi PKM Dosen Politeknik Negeri Lampung untuk Kemajuan Desa Suak, Lampung Selatan

159
×

Pemanfaatan Kulit Pisang Menjadi POC: Inovasi PKM Dosen Politeknik Negeri Lampung untuk Kemajuan Desa Suak, Lampung Selatan

Sebarkan artikel ini
PKM Dosen Politeknik Negeri Lampung, Pemanfaatan Kulit Pisang Menjadi POC, di Desa Suak, Lampung Selatan
PKM Dosen Politeknik Negeri Lampung, Pemanfaatan Kulit Pisang Menjadi POC, di Desa Suak, Lampung Selatan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tim dosen dari Politeknik Negeri Lampung (Polinela) Jurusan Budidaya Tanaman Pangan telah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan pada Kamis, (3/8/2023).

PKM yang dilakukan oleh Politeknik Negeri Lampung ini bertujuan untuk menyosialisasikan dan melatih masyarakat dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan limbah kulit pisang.

Kegiatan PKM tersebut ditujukan kepada anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Tepian Suak di Desa tersebut.

Dalam kegiatan ini, tim dosen terdiri dari Ir. Yusanto, M.Si. sebagai ketua tim, serta anggota dosen dari Program Studi (Prodi) Hortikultura, yaitu Dr. Desi Maulida, S.P., M.Si., Rianida Taisa, S.P. M.Si., Desty Aulia Putrantri, S.P., M.P., Reza Zulfahmi, S.P., M.Si., dan Rahmadyah Hamiranti, S.P., M.Si.

Selain itu, mahasiswa Prodi Hortikultura, Rendia Kurnia Nugraha, juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ir. Yusanto, M.Si. menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam mengolah kulit pisang menjadi pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk tanaman buah dan sayuran.

Desa Suak merupakan daerah yang memiliki produksi buah pisang yang cukup besar, dan tim PKM ingin memberikan pengetahuan tentang cara memanfaatkan kulit pisang sebagai pupuk cair organik.

Selain itu, anggota KWT Tepian Suak juga terlibat dalam pengolahan produk olahan pisang.

Namun, pengetahuan dan pengalaman mereka dalam memanfaatkan kulit pisang masih terbatas, sehingga keberadaan kulit pisang seringkali menjadi limbah yang tidak dimanfaatkan secara ekonomis.

Ir. Yusanto menambahkan bahwa kulit pisang sebenarnya memiliki potensi ekonomis yang bernilai tinggi, terutama dalam mendukung produksi tanaman yang dilakukan oleh masyarakat, terutama oleh anggota kelompok wanita tani.

Namun, keterbatasan pengetahuan tentang pemanfaatan kulit pisang sebagai pupuk organik cair menjadi kendala dalam pengembangan potensi tersebut.

PKM ini dilakukan melalui alih teknologi dan transfer IPTEKS tentang metode pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai pupuk organik cair pada tanaman pisang dan sayuran.

Pelaksanaannya melibatkan demplot dan penerapan teknologi pemanfaatan limbah kulit pisang serta aplikasi POC pada tanaman pisang dan sayuran.

Ir. Yusanto berharap bahwa melalui kegiatan PKM ini, limbah kulit pisang dapat dikurangi, kesejahteraan petani meningkat, dan penggunaan pupuk anorganik dapat dikurangi.

Hal ini diharapkan dapat menghasilkan produk tanaman pangan yang lebih sehat dan bebas dari residu kimia berbahaya.

Dukungan atas kegiatan PKM ini juga datang dari Direktur Politeknik Negeri Lampung, Prof. Dr. Ir. Sarono, M.Si.

Beliau menyatakan bahwa ilmu yang diberikan dalam kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anggota KWT Tepian Suak.

Selain itu, penerapan pengetahuan ini diharapkan dapat menambah nilai ekonomis dari masyarakat sekitar dan mengurangi penggunaan pupuk anorganik yang dapat merusak tanah.

Dengan adanya kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat, PKM ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan pertanian organik di Desa Suak dan sekitarnya.

Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *