BERITANASIONAL

Muda dan Bersemangat: Mahasiswi Unila Menjadi Duta Indonesia dalam Program Youth Changemaker Volunteering di Malaysia

194
×

Muda dan Bersemangat: Mahasiswi Unila Menjadi Duta Indonesia dalam Program Youth Changemaker Volunteering di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Muda dan Bersemangat Mahasiswi Unila Menjadi Duta Indonesia dalam Program Youth Changemaker Volunteering di Malaysia
Muda dan Bersemangat Mahasiswi Unila Menjadi Duta Indonesia dalam Program Youth Changemaker Volunteering di Malaysia

Media90 – Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Rafifah Karimah, menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Culture Education Program Youth Changemaker Volunteering Chapter Malaysia Batch VI.

Program ini diadakan oleh Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Malaysia pada tanggal 30 Mei hingga 2 Juni 2023.

Youth Changemaker Volunteering Chapter Malaysia Batch VI adalah program pengabdian yang ditujukan kepada pemuda-pemudi Indonesia dari berbagai latar belakang pendidikan dan profesi.

Tujuan program ini adalah agar mereka dapat berkontribusi secara sukarela di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, kewirausahaan, dan kemasyarakatan untuk pekerja migran dan anak-anak Indonesia.

Rafifah Karimah, mahasiswi Program Studi Agribisnis Unila, bergabung dalam kegiatan program edukasi budaya yang diadakan oleh lembaga swadaya Changemaker Indonesia yang berada di bawah naungan KBRI di Malaysia.

Ketertarikannya untuk mengikuti Program Youth Changemaker Volunteering Chapter Malaysia timbul karena Rafifah ingin berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia di tanah Melayu.

“Saya merasa program ini sangat bermanfaat karena saya dapat belajar banyak tentang budaya, pendidikan, dan kesehatan di Malaysia.

Saya juga dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia yang turut serta dalam program ini,” ungkap Rafifah Karimah pada hari Senin (12/6/2023).

Untuk dapat mengikuti program ini, Rafifah Karimah harus melewati beberapa tahap seleksi yang cukup ketat. Proses pendaftaran peserta program melibatkan jalur administrasi, jalur media sosial, dan jalur changers.

Selama tahap pendaftaran, para peserta diharuskan mengisi formulir serta menjawab beberapa pertanyaan esai yang mencakup berbagai tema pendidikan, etika, dan latar belakang.

Selain itu, mereka juga diminta untuk merancang program yang aktual, realistis, dan berkelanjutan guna mendukung kontribusi mereka saat melaksanakan tugas di Malaysia.

Tahap Focus Group Discussion (FGD) merupakan langkah selanjutnya setelah pendaftaran, di mana peserta dipantau oleh pendiri Changemaker Indonesia yang memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP RI), dosen, dan pengawas lainnya.

“Saya bersyukur telah berhasil melewati seleksi dan mendapat kesempatan untuk mengikuti program ini. Saya berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia di Malaysia,” harap mahasiswi angkatan 2022 ini.

Peserta program ini adalah pemuda dan pemudi WNI dan WNA yang tinggal di Indonesia atau memiliki kewarganegaraan Indonesia.

Mereka memiliki rentang usia antara 17 hingga 30 tahun, berpendidikan minimal SMA/SMK/sederajat dari sekolah atau institusi di wilayah Indonesia, serta berkomitmen dan bertanggung jawab dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga akhir proses pendaftaran dan program.

Mereka juga diharapkan memiliki jiwa sosial, dapat bekerja sama baik dalam tim maupun secara individu, dan siap menjadi alumni Changemaker Indonesia yang berkontribusi dalam menyebarkan manfaat kepada orang lain.

Program ini terdiri dari beberapa kegiatan, seperti studi banding ke Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), mengajar di salah satu Sanggar Bimbingan KBRI di Sentul, Kuala Lumpur, pelatihan public speaking bersertifikat, pelatihan self-skill dan softskill bersertifikat, eksplorasi budaya dan perkembangan teknologi di Malaysia, serta kunjungan ke beberapa perusahaan di Malaysia.

Rafifah mengaku senang dan bangga dapat menjadi delegasi Changemaker Indonesia. Baginya, menjadi delegasi Changemaker Indonesia adalah bukti cintanya terhadap negara.

Selama program, ia mendapatkan kemampuan-kemampuan seperti public speaking, pengalaman kerja dalam tim, dan pemecahan masalah.

Peserta juga dapat bertukar budaya dengan warga asing, berinteraksi dengan mereka, dan memperkenalkan budaya Indonesia.