BERITA

Lapas Kalianda: Transformasi Positif Napi Melalui Khataman dan Hafalan Quran

245
×

Lapas Kalianda: Transformasi Positif Napi Melalui Khataman dan Hafalan Quran

Sebarkan artikel ini
Napi di Lapas Kalianda Gelar Khataman Hingga Hafalan Quran
Napi di Lapas Kalianda Gelar Khataman Hingga Hafalan Quran

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda, Lampung Selatan, memperlihatkan komitmen dalam memberikan pembinaan holistik kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Pada Rabu (20/12/2023), Lapas tersebut menggelar kegiatan khataman Al-Quran dan tasmi hafalan Juz 30 di Masjid At-Taubah Lapas Kalianda.

Arian Adibowo, Kasi Binadik Lapas Kalianda, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kepribadian para warga binaan.

“Kami mengharapkan dengan mendekatkan warga binaan ke Al-Quran, bisa meningkatkan kesadaran para warga binaan untuk berkepribadian sesuai dengan tuntunan agama,” ungkap Adibowo.

Menurutnya, Al-Quran memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter dan moral seseorang.

Oleh karena itu, kegiatan khataman dan hafalan Al-Quran dianggap sebagai sarana pembinaan spiritual yang efektif di tengah-tengah kehidupan penjara.

Arian Adibowo juga berharap bahwa kegiatan pembinaan ini tidak hanya memberikan warga binaan pemahaman tentang ajaran agama, tetapi juga dapat menggugah kesadaran akan arti kebaikan dan kasih sayang.

Dengan demikian, diharapkan kesalahan-kesalahan masa lalu para warga binaan tidak terulang kembali di masa depan.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh warga binaan, dalam semangatnya membaca dan menghafalkan kitab suci. Semoga kegiatan ini membawa transformasi positif dalam kehidupan mereka,” tambah Adibowo dengan harapannya bahwa upaya tersebut akan menjadi modal spiritual bagi para WBP untuk memperbaiki diri dan memulai lembaran baru dalam kehidupan mereka setelah masa tahanan.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, Lapas Kalianda menunjukkan bahwa rehabilitasi bukan hanya tentang memasukkan WBP ke dalam penjara, tetapi juga memberikan peluang bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang secara holistik, termasuk dalam aspek spiritual mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *