BERITA

Kejadian Langka: Petani Terkejut Saksikan Harimau Saat Panen Jagung di Gunung Doh BNS Tanggamus, Penduduk Diimbau Tetap Waspada

28
×

Kejadian Langka: Petani Terkejut Saksikan Harimau Saat Panen Jagung di Gunung Doh BNS Tanggamus, Penduduk Diimbau Tetap Waspada

Sebarkan artikel ini
Petani Lihat Harimau Saat Panen Jagung di Gunung Doh BNS Tanggamus, Warga Diminta Waspada
Petani Lihat Harimau Saat Panen Jagung di Gunung Doh BNS Tanggamus, Warga Diminta Waspada

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Ketegangan melanda Pekon Gunung Doh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS), Kabupaten Tanggamus, saat seorang petani mengaku melihat harimau muncul di kebun jagungnya.

Kejadian ini mengundang kekhawatiran bagi warga sekitar, yang kemudian diimbau untuk tetap waspada.

Peristiwa itu pertama kali dilaporkan oleh Ernita, istri Rohimuddin, yang bersama sejumlah petani lainnya tengah melakukan panen jagung di area tersebut pada Rabu (6/3/2024).

Mereka terkejut ketika Ernita melihat sesosok harimau saat mereka sedang beraktivitas di sekitar persawahan.

Ponijan, perwakilan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Agung Utara, bersama dengan aparat kecamatan, Babinsa, dan aparatur pekon segera melakukan kroscek terhadap laporan tersebut pada Kamis (7/3/24).

Namun, hingga saat ini, belum ditemukan jejak yang memastikan keberadaan harimau di area kebun jagung tersebut.

Meskipun demikian, Ponijan tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

Langkah-langkah pencegahan pun diusulkan, seperti tidak berkebun terlalu pagi dan pulang sebelum sore, serta menggunakan topi terbalik agar harimau tidak menerkam.

Sementara itu, Ernita menjelaskan pengalamannya saat melihat harimau tersebut. Dengan kondisi yang mulai stabil setelah kejadian, Ernita menceritakan betapa terkejutnya dia saat mendengar suara auman yang ternyata bukan berasal dari anjing seperti yang ia kira awalnya.

Kepala Pekon Gunung Doh, Muzakir, juga meminta warga agar tetap waspada dan tenang dalam menghadapi situasi ini.

Tim ahli dari berbagai instansi telah dikerahkan untuk menyelidiki kebenaran laporan tersebut, meskipun belum ada kejelasan mengenai keberadaan harimau di kebun jagung warga.

Meskipun begitu, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam mengantisipasi kemungkinan konflik dengan hewan liar seperti harimau.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pihak terkait sampai situasi benar-benar terklarifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *