BERITA

Budidaya Lada Perdu: Dosen Polinela Berbagi Ilmu dengan Gapoktan di Pesawaran

154
×

Budidaya Lada Perdu: Dosen Polinela Berbagi Ilmu dengan Gapoktan di Pesawaran

Sebarkan artikel ini
Dosen Polinela Latih Budidaya Lada Perdu ke Gapoktan di Pesawaran
Dosen Polinela Latih Budidaya Lada Perdu ke Gapoktan di Pesawaran

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tim dosen dari Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) baru-baru ini melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani di Pesawaran.

Tim yang dipimpin oleh Ketua Tim, Kresna Shifa Usodri, S.P., M.Si., terdiri dari beberapa dosen anggota, yakni Ir. Bambang Utoyo, M.P., Ir. Made Same, M.P., dan Novi Safitri, S.P., M.Si, serta dibantu oleh dua mahasiswa Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan (PTK), Putri Nokiawati dan Delvi Wulandari.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Desa Wiyono, Gedong Tataan, Pesawaran.

Kehadiran para petani dalam kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang cara memanfaatkan lahan secara efisien melalui teknik budidaya lada perdu.

Tema pelatihan ini adalah “Budidaya Lada Perdu sebagai Tanaman Sela,” yang dipilih karena wilayah Pesawaran merupakan salah satu sentra perkebunan kakao dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

Setiap rumah umumnya memiliki pekarangan yang luas yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dalam pelatihan tersebut, Kresna Shifa Usodri, S.P., M.Si. menjelaskan bahwa tanaman lada perdu memiliki keunggulan dalam berbuah lebih cepat dibandingkan dengan lada panjat, yaitu pada umur kurang lebih satu tahun setelah tanam.

“Selain itu, lada perdu dapat ditanam di halaman rumah atau dalam pot, sehingga proses panen menjadi lebih mudah dan tidak memerlukan tangga sebagai alat bantu,” kata Kresna Shifa Usodri.

Tim PKM juga melakukan praktik langsung untuk membedakan cabang buah dan cabang panjat di hadapan peserta pelatihan.

Keahlian ini akan sangat berguna bagi para petani dalam pembuatan bibit lada perdu melalui cara penyetekan cabang buah.

Selama sesi tanya jawab, para peserta pelatihan dengan antusias mengajukan pertanyaan terkait budidaya lada perdu.

Kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan interaktif yang memungkinkan pertukaran informasi dan peningkatan pemahaman para petani.

Melalui pelatihan ini, Tim Dosen Polinela berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Pesawaran dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memanfaatkan lahan dengan lebih efisien.

Selain itu, peningkatan pengetahuan tentang budidaya lada perdu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal dan mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan di daerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *