BERITA

Upaya Tim Dosen Polinela Meningkatkan Kualitas Lada Perdu di Wiyono Pesawaran melalui Pelatihan Pemanfaatan Trichoderma untuk Pencegahan Pembusukan

162
×

Upaya Tim Dosen Polinela Meningkatkan Kualitas Lada Perdu di Wiyono Pesawaran melalui Pelatihan Pemanfaatan Trichoderma untuk Pencegahan Pembusukan

Sebarkan artikel ini
Tim Dosen Polinela Latih Warga Wiyono Pesawaran Pemanfaatan Trichoderma Cegah Pembusukan Lada Perdu
Tim Dosen Polinela Latih Warga Wiyono Pesawaran Pemanfaatan Trichoderma Cegah Pembusukan Lada Perdu

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tim dosen dari Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) telah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang berlokasi di Desa Wiyono, Gedong Tataan, Pesawaran.

Kegiatan berlangsung pada Selasa, 8 Agustus 2023, dengan tema utama penyuluhan, yaitu “Aplikasi Trichoderma sebagai Upaya Pencegahan Busuk Pangkal Batang dan Busuk Akar pada Budidaya Lada Perdu di Desa Wiyono, Pesawaran.”

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini dipimpin oleh Ir. Bambang Utoyo, M.P., dan terdiri dari anggota tim Ir. Made Same, M.P., Kresna Shifa Usodri, S.P., M.Si., dan Novi Safitri, S.P., M.Si.

Selain itu, dua mahasiswa Program Studi Produksi Tanaman Perkebunan (PTK), Putri Nokiawati dan Delvi Wulandari, juga turut serta aktif dalam kegiatan PKM ini.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh berbagai kelompok tani (Gapoktan) dari Desa Wiyono.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara perbanyakan jamur Trichoderma serta aplikasinya dalam budidaya lada perdu.

Ir. Bambang Utoyo, M.P., dalam pidatonya, menjelaskan bahwa budidaya lada perdu memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan karena pemeliharaannya yang relatif lebih mudah dibandingkan dengan lada panjat.

Selain itu, budidaya lada perdu juga dapat membantu mengurangi biaya pemeliharaan.

Salah satu tantangan dalam budidaya lada perdu adalah serangan penyakit busuk pangkal batang dan busuk akar. Ir. Bambang Utoyo, M.P., menjelaskan bahwa permasalahan ini dapat diminimalisir dengan mengaplikasikan jamur Trichoderma di lubang tanam dua minggu sebelum tanam benih lada perdu.

Hal ini penting karena Trichoderma memerlukan waktu untuk tumbuh dan berkembang sehingga dapat berfungsi sebagai agen hayati yang efektif dalam mengendalikan jamur patogen pada lada perdu.

Dalam sesi pelatihan, peserta juga diajarkan cara perbanyakan Trichoderma menggunakan media beras.

Ir. Bambang Utoyo, M.P., mengingatkan bahwa kontaminasi adalah masalah umum dalam perbanyakan Trichoderma, sehingga diperlukan tempat yang steril dan penggunaan perlengkapan pelindung seperti masker wajah.

Belakangan ini, pupuk Trichoderma telah banyak tersedia di berbagai marketplace, yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk menambah penghasilan dengan memproduksi pupuk Trichoderma secara mandiri.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Wiyono, Pesawaran, dapat mengoptimalkan budidaya lada perdu mereka dengan lebih efisien dan ramah lingkungan melalui penggunaan Trichoderma dalam pencegahan pembusukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *