TEKNO

Revolusi Energi: Baterai Natrium-ion Siap Menyisihkan Dominasi Baterai Lithium-ion

28
×

Revolusi Energi: Baterai Natrium-ion Siap Menyisihkan Dominasi Baterai Lithium-ion

Sebarkan artikel ini
Baterai natrium-ion digadang-gadang bakal menggantikan baterai lithium-ion
Baterai natrium-ion digadang-gadang bakal menggantikan baterai lithium-ion

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Teknologi baterai sedang memasuki babak baru dengan perkembangan terkini yang menjanjikan.

Sebagaimana dilaporkan oleh independent.co.uk, baterai natrium-ion diprediksi akan segera merajai berbagai sektor, mulai dari perangkat ponsel pintar hingga pembangkit listrik tenaga angin.

Baterai inovatif ini diproyeksikan untuk menggantikan peran baterai lithium-ion yang telah lama mendominasi berbagai perangkat, termasuk smartphone.

Inovasi dalam dunia baterai yang berasal dari peneliti di Jepang menandai langkah besar menuju produksi massal baterai generasi berikutnya.

Tim peneliti dari Tokyo University of Science berhasil menemukan metode untuk menciptakan baterai natrium-ion dengan kinerja setara baterai lithium-ion konvensional.

Baterai lithium-ion, atau li-ion, telah menjadi pilihan utama dalam sektor mobil listrik dan smartphone.

Namun, baterai ini memiliki kekurangan, termasuk bahan baku yang sulit diekstraksi dan mahal, serta elektrolit cair yang beracun dan rentan terhadap kebakaran.

Di sisi lain, baterai natrium-ion menawarkan alternatif yang lebih terjangkau, stabilitas terhadap suhu ekstrem, dan keamanan yang lebih baik tanpa risiko panas berlebih.

Meskipun memiliki kelebihan tersebut, hingga saat ini, kepadatan energi baterai natrium-ion masih sedikit lebih rendah dibandingkan dengan baterai li-ion.

Untuk mengatasi tantangan ini, para ilmuwan sedang fokus pada pengembangan elektroda berkapasitas tinggi yang terbuat dari karbon keras berstruktur nano. Elektroda ini dapat dioptimalkan dan diintegrasikan ke dalam baterai natrium-ion secara efisien.

Baca Juga:  Revolusi Baru: Samsung Galaxy Fold 5 dengan Sistem Pendingin Canggih!

Para peneliti menyatakan bahwa elektroda baru ini memberikan kinerja yang belum pernah terjadi sebelumnya, membuka peluang untuk produksi baterai generasi berikutnya yang dapat digunakan dalam berbagai perangkat konsumen dan kendaraan listrik.

Profesor Shinichi Komaba dari Universitas Sains Tokyo menyatakan bahwa nilai kepadatan energi yang dicapai setara dengan beberapa jenis baterai lithium-ion yang saat ini beredar di pasaran.

Terobosan ini juga berpotensi membuat baterai natrium-ion menjadi pilihan yang layak untuk aplikasi praktis lainnya, seperti sistem penyimpanan energi dengan jejak karbon rendah untuk pembangkit listrik tenaga surya dan angin.

Dengan begitu, perjalanan menuju era baterai yang lebih efisien dan ramah lingkungan telah membuka pintu menuju solusi energi masa depan yang lebih berkelanjutan.