TEKNO

Menjelajahi Perplexity AI: Alat Pencarian Berbasis AI dari Google untuk Pembuatan Konten

16
×

Menjelajahi Perplexity AI: Alat Pencarian Berbasis AI dari Google untuk Pembuatan Konten

Sebarkan artikel ini
Mengenal Perplexity AI, alat penelusuran Google bertenaga AI yang bisa digunakan untuk membuat konten
Mengenal Perplexity AI, alat penelusuran Google bertenaga AI yang bisa digunakan untuk membuat konten

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Baru-baru ini, Perplexity AI telah memikat perhatian para pemimpin teknologi dan pengguna secara luas.

Dari Jeff Bezos hingga CEO Nvidia Jensen Huang, semuanya setuju bahwa Perplexity AI memiliki potensi untuk mengubah cara kita menggunakan mesin telusur.

Perplexity AI merupakan sebuah mesin pencari percakapan yang menggunakan teks bahasa alami untuk merespons pertanyaan.

Didirikan pada tahun 2022 oleh empat peneliti AI yang dahulu bernaung di OpenAI dan Meta, yaitu Aravind Srinivas, Andy Konwiski, Denis Yarat, dan Johnny Ho.

Berbeda dengan mesin telusur tradisional yang hanya mengandalkan pencocokan kata kunci dan analisis tautan, Perplexity AI memiliki pemahaman yang lebih dalam terhadap konteks dan maksud di balik pertanyaan pengguna.

Alat ini tidak hanya memberikan daftar tautan, tetapi juga jawaban yang komprehensif dengan tautan ke sumber yang relevan.

Aplikasi Perplexity merupakan perpaduan fitur terbaik dari ChatGPT dan Google. Ini memiliki antarmuka obrolan yang mirip dengan ChatGPT dan bagian terkait yang menyerupai Google People.

Cara Menggunakan Perplexity AI

Perplexity sangat intuitif dan mudah digunakan. Tersedia dalam versi aplikasi seluler dan web, pengguna dapat menjelajahi aplikasi, mengajukan beberapa pertanyaan, dan melihat bagaimana cara kerjanya tanpa harus mendaftar.

Namun, disarankan untuk mendaftar agar riwayat pencarian dapat disimpan untuk referensi di masa mendatang.

Perplexity dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk riset, pengembangan profesional, dan pembuatan konten.

Selain itu, Perplexity AI juga cocok untuk menjawab pertanyaan yang muncul secara tiba-tiba.

Perplexity AI dapat digunakan secara gratis, namun pengguna dapat memilih untuk meningkatkan ke paket Pro seharga USD 20 atau sekitar Rp321 ribu per bulan untuk mendapatkan akses ke fitur tambahan, seperti akses tak terbatas ke model AI yang lebih kuat seperti OpenAI GPT-4, Anthropics Claude 3 Opus and Sonnet, serta Mistral Large, serta dukungan untuk gambar dan file yang lebih baik.

Apakah Perplexity AI Dapat Menggantikan Google?

Meskipun Perplexity AI menawarkan nilai yang unik, AI ini tidak dimaksudkan untuk sepenuhnya menggantikan Google.

Infrastruktur data yang luas dan basis pengguna yang mapan memberikan keunggulan bagi Google dalam banyak hal.

Perplexity unggul dalam memberikan ikhtisar AI tentang kueri pengguna, namun tidak efektif dalam beberapa kasus penggunaan yang telah dikuasai Google, seperti prakiraan cuaca dan kueri sensitif geografis.

Perlu dicatat bahwa Google sendiri telah menguji Search Generative Experience (SGE), fitur pencarian yang dibantu AI.

SGE menyediakan ikhtisar AI dari kueri penelusuran yang mirip dengan Perplexity AI, namun saat ini Perplexity AI lebih unggul dalam memberikan jawaban yang lebih komprehensif dan juga menyediakan kutipan dalam teks untuk referensi silang.

Keberhasilan Perplexity AI akan sangat tergantung pada bagaimana alat ini mengintegrasikan kemampuan tambahan dan merespons umpan balik pengguna.

Apakah akan mampu bersaing dengan Google sepenuhnya masih harus dilihat, namun yang pasti, Perplexity AI adalah alat yang layak untuk digunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *