TEKNO

Membongkar Alasan: Mengapa Laptop Harus ‘Tersingkap’ Saat Diperiksa di Bandara

210
×

Membongkar Alasan: Mengapa Laptop Harus ‘Tersingkap’ Saat Diperiksa di Bandara

Sebarkan artikel ini
Membongkar Alasan Mengapa Laptop Harus 'Tersingkap' Saat Diperiksa di Bandara
Membongkar Alasan Mengapa Laptop Harus 'Tersingkap' Saat Diperiksa di Bandara

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Ketika bepergian dengan pesawat terbang, penumpang sering diminta untuk mengeluarkan laptop dari dalam tas mereka oleh petugas keamanan bandara.

Mungkin kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya hubungan antara laptop dengan keamanan penerbangan?

Perlu diketahui bahwa kebijakan keamanan di bandara mengalami perubahan drastis setelah peristiwa penyerangan 11 September 2001, yang lebih dikenal sebagai peristiwa 9/11.

Sebelum peristiwa tragis tersebut, penumpang diperbolehkan melewati pemeriksaan keamanan dengan membawa tas jinjing yang berisi berbagai perlengkapan perjalanan.

Namun, setelah peristiwa 9/11, prosedur pemeriksaan di bandara di seluruh dunia mengalami perubahan signifikan.

Bahkan di beberapa negara, penumpang diwajibkan melepas sepatu, ikat pinggang, jaket, serta mengeluarkan ponsel, laptop, cairan, dan semua benda yang dapat digunakan sebagai bagian dari alat peledak.

Dari sinilah metode pemeriksaan yang lebih canggih dikembangkan untuk secara efektif mengidentifikasi ancaman tertentu.

Meskipun saat ini beberapa negara tidak lagi mengharuskan penumpang melepas sepatu saat melewati pemeriksaan keamanan, namun aturan yang berlaku untuk laptop tetap ada.

Alasan utama mengapa penumpang harus mengeluarkan laptop dari tas adalah karena baterai dan komponen mekanis lainnya yang terdapat di dalam laptop terlalu padat untuk dapat ditembusi oleh sinar-X, terutama jika sistem pemindaian yang digunakan sudah tua.

Hal yang sama berlaku untuk kabel daya dan perangkat lain seperti tablet dan kamera.

Dengan adanya barang-barang tersebut di dalam tas penumpang, petugas keamanan tidak dapat menggunakan gambar hasil pemindaian untuk menentukan apakah ada risiko atau tidak.

Oleh karena itu, mereka harus melakukan penggeledahan fisik pada tas tersebut. Oleh karena itu, lebih praktis jika semua perangkat elektronik, termasuk laptop, dikeluarkan sejak awal untuk diperiksa secara terpisah.

Selain itu, ketika laptop tetap berada di dalam tas, hal tersebut dapat menyembunyikan benda-benda berbahaya dari deteksi sinar-X.

Dalam beberapa kasus, penumpang bahkan diminta untuk menyalakan laptop mereka sebagai bukti bahwa perangkat tersebut adalah komputer yang berfungsi.

Namun, seiring perkembangan teknologi, beberapa bandara di seluruh dunia telah meningkatkan pemindaian menggunakan teknologi 3D berbasis kecerdasan buatan (AI).

Hal ini memungkinkan penumpang untuk melewati pemeriksaan keamanan tanpa harus mengeluarkan laptop dari tas mereka.

Sistem pemindaian 3D yang canggih ini dapat memberikan gambar yang lebih jelas dan detail dari barang-barang di dalam tas, sehingga memudahkan petugas keamanan dalam menilai risiko potensial.

Dengan demikian, sementara kebanyakan bandara masih mewajibkan pengeluaran laptop dari tas saat pemeriksaan keamanan, beberapa bandara telah mengadopsi teknologi pemindaian terbaru yang memungkinkan penumpang untuk melewati keamanan dengan laptop tetap berada di dalam tas.

Ini adalah langkah menuju proses pemeriksaan yang lebih efisien dan nyaman bagi para penumpang, sambil tetap menjaga keamanan penerbangan yang optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *