OTOMOTIF

Proton Menghadapi Tantangan Persaingan yang Sengit di Pasar Indonesia

96
×

Proton Menghadapi Tantangan Persaingan yang Sengit di Pasar Indonesia

Sebarkan artikel ini
Proton Mengaku Kalah Saing Di Indonesia
Proton Mengaku Kalah Saing Di Indonesia

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Proton, pabrikan otomotif asal Malaysia, telah mengambil keputusan untuk tidak lagi beroperasi di Indonesia sejak beberapa tahun lalu.

Dr. Li Chunrong, CEO Proton, mengakui bahwa persaingan di industri otomotif Indonesia begitu ketat hingga membuat perusahaan ini sulit bersaing.

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Paultan pada Rabu (6/12/2023), Li Chunrong menjelaskan bahwa angka produksi kendaraan di Indonesia dan Thailand sudah mencapai lebih dari satu juta unit.

Persaingan di pasar otomotif Indonesia, menurutnya, jauh lebih sengit dibandingkan dengan Malaysia.

“Jadi kalau mau bersaing di sana harus siap dengan produknya, ini penting,” ungkap Li. Ia juga mengakui bahwa kehadiran Proton di Thailand dan Indonesia sebelumnya tidak memberikan hasil yang memuaskan. “Kami sebelumnya pernah kalah di Thailand dan Indonesia. Jadi, kami tidak ingin mudah kalah untuk kedua kalinya, jadi kami harus bersiap, baru bisa berangkat,” tambahnya.

Meski Proton mengakhiri operasinya di Indonesia, Li menegaskan bahwa masih ada banyak pasar lain yang bisa dieksplorasi oleh perusahaan.

Proton bersama Geely saat ini sedang mempersiapkan peningkatan produksi hingga 500 ribu mobil di Malaysia, dengan 50 persennya diperuntukkan bagi ekspor.

“Sebagai manajemen, kita harus mendukung. Dunia ini sangat besar, tidak hanya Indonesia dan Thailand,” tutup Li.

Proton resmi memulai operasinya di Indonesia pada tahun 2007 dengan mendirikan PT Proton Edar Indonesia (PEI).

Pada awalnya, pabrikan ini berhasil menarik perhatian konsumen di dalam negeri, tetapi sejak tahun 2014, namanya mulai meredup. Diler-diler Proton pun satu per satu mengalami kesulitan.

Pada 2019, Proton mencoba membuat kehadiran kembali dengan meluncurkan mobil baru, Proton Iriz. Namun, upaya ini tidak berhasil meningkatkan popularitas merek tersebut.

Pada akhirnya, bangunan kantor pusat PT Proton Edar Indonesia di daerah Arteri Pondok Indah ditemukan kosong, dengan tulisan “Disewakan” terpampang di pagar gedung.

Selama 12 tahun berkecimpung di pasar otomotif Indonesia, Proton telah memasarkan berbagai jenis mobil, termasuk sedan, hatchback, dan Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan nama model seperti Suprima S, Preve, Exora, Saga, Neo R3, Persona, dan GEN 2.

Meskipun perjalanan mereka di Indonesia berakhir, Proton tetap optimis untuk menghadapi tantangan global di pasar otomotif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *