OTOMOTIF

Perjalanan Mobil Pertama di Indonesia: Pakubuwono X dan Koneksi Ke Kereta Setan Jerman

67
×

Perjalanan Mobil Pertama di Indonesia: Pakubuwono X dan Koneksi Ke Kereta Setan Jerman

Sebarkan artikel ini
Asal-Usul Mobil Pertama Di Indonesia Pakubuwono X Dan Kereta Setan Dari Jerman
Asal-Usul Mobil Pertama Di Indonesia Pakubuwono X Dan Kereta Setan Dari Jerman

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Sangat sedikit yang tahu bahwa mobil pertama di Indonesia telah ada sejak tahun 1894, atau lebih dari satu abad yang lalu.

Kisah mobil pertama Indonesia adalah salah satu yang mungkin tidak banyak didengar oleh masyarakat luas.

Hal ini terjadi karena informasi tentang mobil pertama di Indonesia telah beredar dalam berbagai versi sejak dulu hingga saat ini.

Oleh karena itu, dalam artikel ini, kami akan mencoba mengurai informasi mengenai mobil pertama di Indonesia agar lebih banyak orang tahu tentang sejarah otomotif di Tanah Air.

Mobil Pertama di Indonesia Ada di Pulau Jawa

Ternyata, mobil pertama di Indonesia berada di Pulau Jawa. Menurut berbagai sumber, pemilik mobil pertama ini adalah Pakubuwono X, atau yang lebih dikenal sebagai Raja Kasunanan Surakarta.

Pakubuwono X membeli mobil bermerek Benz, sebuah merek Jerman, dengan tipe Viktoria Phaeton atau Patent-Motorwagen Viktoria.

Kabarnya, mobil ini dibeli dengan harga 10.000 gulden, jumlah yang sangat besar pada zaman tersebut.

Benz Phaeton pertama kali dirilis pada tahun 1886 di Jerman dan dianggap sebagai mobil pertama di dunia.

Pakubuwono X akhirnya mendapatkan mobil tersebut di tahun 1894, ketika mobil ini tiba di Kota Solo, Jawa Tengah.

Menariknya, kehadiran Benz Viktoria Phaeton di Indonesia terjadi lebih awal dibandingkan dengan Belanda yang baru mendapatkan mobil serupa pada tahun 1896.

Dengan membeli mobil ini, Pakubuwono X menjadi salah satu tokoh pertama di dunia yang memiliki dan menggunakan mobil, mengingat pada saat itu, kereta kuda lebih populer sebagai alat transportasi.

Sejarah Mobil Pertama di Indonesia

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana mobil pertama bisa masuk ke Indonesia pada waktu itu? Ada dua versi cerita yang menjelaskan bagaimana mobil ini tiba di Tanah Air, dan kedua versi tersebut akan kami bahas lebih lanjut.

Versi Pröttle & Co

Versi pertama adalah bahwa mobil ini dipesan oleh Pakubuwono X melalui perusahaan Pröttle & Co yang mengurus pemesanan dan pengiriman hingga mobil diterima di Indonesia.

Pröttle & Co adalah perusahaan yang berlokasi di Pasar Besar, Surabaya, Jawa Timur, dan merupakan importir yang cukup terkenal.

Pakubuwono X menjadi orang pertama di Indonesia yang memiliki dan menggunakan mobil sebagai moda transportasi pribadi.

Mengapa Pakubuwono X membeli mobil saat itu? Salah satu alasan adalah untuk melakukan perjalanan darat dari Anyer ke Panarukan pada tahun 1809.

Perjalanan ini dilakukan untuk mendukung perdagangan ekspor kopi dan gula, dengan jalan yang direncanakan sebagai infrastruktur utama untuk tujuan tersebut.

Jalan ini membentang sepanjang 600 paal atau sekitar 1.000 km, menghubungkan ujung Barat dan Timur Pulau Jawa.

Versi John C Peter

Versi kedua menjelaskan bahwa Pakubuwono X mendapatkan mobil pertama di Indonesia dengan bantuan John C Peter, yang mengurus semua dokumen dan pembayaran yang diperlukan untuk mengimpor mobil tersebut dari Jerman.

John C Peter adalah seorang penjual mobil pertama di Indonesia dan juga menjadi kepala pabrik gula di Probolinggo, Jawa Timur.

Keberadaan mobil ini memudahkan akomodasi dan memangkas waktu perjalanan yang sebelumnya sangat bergantung pada kereta kuda.

Membeli Mobil Kedua

Tidak puas hanya memiliki satu mobil, 13 tahun setelah mendapatkan mobil pertama, Pakubuwono X kembali melakukan pemesanan kendaraan baru dari Jerman.

Pada tahun 1907, sebuah kendaraan bernama Britze Daimler tiba di Pulau Jawa, menjadi kendaraan Daimler pertama yang hadir di dalam negeri.

Kendaraan ini dilengkapi dengan mesin 4 silinder bertenaga 5 Hp yang cukup kuat untuk standar waktu itu.

Merek Mobil Impor Bermunculan

Setelah mengimpor mobil Benz Viktoria Phaeton untuk Pakubuwono X, Pröttle & Co juga tertarik untuk memiliki mobil sendiri.

Pada tahun 1897, AH Prottle, pemilik perusahaan Pröttle & Co, memutuskan untuk membeli mobil yang sama dengan yang dimiliki oleh Pakubuwono X.

Hal ini kemudian mendorong Prottle untuk mendirikan perusahaan baru yang bergerak di bidang otomotif dengan nama H O’Horne dan Jan Spijker.

Seiring berjalannya waktu, H O’Horne menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Semarang NV Velodrome untuk mengimpor merek De Dion Bouton dan merek lainnya.

Sempat Hilang ke Belanda

Mobil pertama di Indonesia pada satu titik sempat hilang ke Belanda pada tahun 1920-an. Kendaraan bersejarah ini terakhir kali terlihat pada tahun 1927 ketika dikirim dari Semarang ke Belanda untuk dipamerkan.

Setelah itu, keberadaan mobil ini hilang, terutama karena dampak Perang Dunia II yang menciptakan kekacauan di berbagai tempat.

Saat ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sedang berupaya untuk memulangkan mobil pertama Indonesia dari Museum Louwman di Belanda.

Pakubuwono X adalah seorang penguasa bijaksana dan kaya raya yang memiliki naluri dagang yang tinggi. Ia naik tahta pada tahun 1893 dan memainkan peran aktif dalam perjuangan nasional Indonesia.

Selain itu, ia juga mempromosikan pembangunan sosial-ekonomi dan pendidikan rakyat di Kota Surakarta, serta mendukung pergerakan Boedi Oetomo dan pendirian Sarekat Dagang Islam.

Sejarah mobil pertama Indonesia adalah contoh yang menarik dari bagaimana teknologi berkembang dan perubahan transportasi telah memengaruhi perjalanan sejarah negara ini.