OTOMOTIF

Misi Hijau: MPMX Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove untuk Pulihkan Lingkungan NTT

74
×

Misi Hijau: MPMX Tanam 30 Ribu Bibit Mangrove untuk Pulihkan Lingkungan NTT

Sebarkan artikel ini
Peduli Lingkungan, MPMX Tebar 30 Ribu Bibit Mangrove Di NTT
Peduli Lingkungan, MPMX Tebar 30 Ribu Bibit Mangrove Di NTT

Media90 – PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) telah melakukan penanaman 30 ribu bibit mangrove di muara sungai Kali Terang, Desa Golo Sepang, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi ini melibatkan entitas anak MPM Honda Jatim yang beroperasi di Jawa Timur dan NTT.

Acara penanaman ini dihadiri oleh Danny Walla, Komisaris MPMX, dan Beatrice Kartika, Group CFO MPMX, serta dihadiri oleh aparat desa, kecamatan, dan tokoh masyarakat Desa Golo Sepang.

Penanaman bibit mangrove tahun ini dilakukan di lahan seluas 3 hektar, merupakan kelanjutan dari program yang telah dimulai sejak tahun 2022.

Sebelumnya, sudah ada 60 ribu bibit mangrove yang ditanam di lahan seluas 6 hektar di area konservasi mangrove MPM. Menurut penilaian, tanaman yang sudah ditanam memiliki tingkat kelulushidupan mencapai 85 persen.

Beatrice Kartika menyatakan bahwa ini adalah bentuk komitmen MPM dalam pelestarian lingkungan.

“MPM berkomitmen terus berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui program penanaman mangrove,” katanya dalam siaran resmi pada Rabu (22/5/2024).

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 3,3 juta hektar hutan mangrove, 22,6 persennya merupakan total mangrove di seluruh dunia.

Namun, hutan mangrove semakin terkikis karena degradasi akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim.

Selain penanaman bibit mangrove, MPMX juga memperkenalkan dan memfasilitasi para petani dan nelayan untuk membudidaya kepiting bakau.

Melalui pelatihan dan sarana yang disediakan, diharapkan dapat meningkatkan pemasukan nelayan melalui penjualan kepiting bakau.

“MPMX tidak hanya fokus pada penanaman bibit mangrove, tetapi juga aktif memberdayakan masyarakat lokal. Salah satunya adalah pemanfaatan buah mangrove,” tambah Beatrice.

MPM berharap masyarakat dapat melihat mangrove tidak hanya sebagai bagian dari lingkungan mereka.

Saat ini, masyarakat dapat mengunjungi lokasi Rehabilitasi Mangrove MPM di Golo Sepang, NTT, yang telah menjadi ekowisata mangrove berbasis edukasi. Di sana tersedia jalur trekking dan mangrove nursery untuk meningkatkan pemahaman tentang mangrove.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *