BERITA

Waspadai Modus Penipuan Melalui Undangan Nikah di WhatsApp: Tips dari Pakar Siber untuk Perlindungan Anda

271
×

Waspadai Modus Penipuan Melalui Undangan Nikah di WhatsApp: Tips dari Pakar Siber untuk Perlindungan Anda

Sebarkan artikel ini
Disebar via WA, Pakar Siber Ungkap Begini Modus Penipuan Lewat Undangan Nikah dan Cara Mencegahnya
Disebar via WA, Pakar Siber Ungkap Begini Modus Penipuan Lewat Undangan Nikah dan Cara Mencegahnya

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pakar Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, baru-baru ini mengungkapkan modus penipuan yang memanfaatkan undangan pernikahan yang disebar melalui aplikasi WhatsApp (WA).

Penipuan ini melibatkan penggunaan format Android Package Kit (APK) dalam penyebarannya.

Menurut Alfons, motif di balik penipuan ini adalah untuk mendapatkan keuntungan finansial, yang sejalan dengan digitalisasi yang semakin merajalela dalam dunia perbankan.

“Dengan transaksi keuangan yang semakin banyak dilakukan melalui kanal digital, termasuk mobile banking dan dompet digital, penipuan semacam ini menjadi semakin mengkhawatirkan,” ujar Alfons pada Selasa (7/11/2023).

Teknik penipuan yang saat ini tengah tren adalah mengirim undangan pernikahan melalui WA.

Undangan ini dirancang sedemikian rupa untuk mencuri SMS one-time password (OTP) yang digunakan untuk membobol rekening atau saldo di dompet digital korban.

Alfons menjelaskan, “Undangan pernikahan yang mencuri SMS ini dibuat dengan sangat cermat, sehingga mayoritas korban akan percaya bahwa pesan WhatsApp yang mereka terima adalah undangan pernikahan yang sah. Mereka kemudian membuka dan menjalankan aplikasi tersebut tanpa curiga.”

Aplikasi undangan pernikahan ini didesain menampilkan dua sosok pengantin untuk mengelabui korban.

Ketika aplikasi tersebut dibuka, permintaan izin akan muncul, meminta akses untuk mengirim dan melihat SMS di ponsel korban.

Jika korban memberikan izin tersebut, aplikasi tersebut dapat membaca SMS di ponsel mereka.

Kemudian, aplikasi akan mengirimkan semua SMS yang masuk, termasuk SMS OTP dari layanan mobile banking, SMS OTP dari WhatsApp, dan SMS lainnya ke akun Telegram penipu.

Alfons menekankan bahwa jika hal tersebut terjadi, akun mobile banking korban dapat diakses dari ponsel penipu.

Hal ini menjadi semakin berisiko jika penyedia layanan finansial tidak menyediakan perlindungan tambahan, seperti verifikasi dua faktor.

“Maka penipu dapat mengakses akun mobile banking korban dan melakukan transaksi finansial untuk mencuri dana dari rekening korban,” tambah Alfons.

Cara Mencegah Penipuan Undangan Pernikahan

Alfons menyarankan beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah penipuan undangan pernikahan ini:

  1. Pastikan untuk selalu memeriksa sumber undangan pernikahan sebelum mengklik atau membuka link atau aplikasi yang terlampir. Jika Anda tidak mengenal pengirim atau merasa curiga, sebaiknya jangan membuka undangan tersebut.
  2. Matikan fitur instalasi otomatis dari luar Google Play Store di ponsel Anda. Langkah ini dapat membantu mencegah instalasi aplikasi ilegal seperti pencuri SMS.

Berikut adalah langkah-langkah untuk mematikan fitur instalasi otomatis dari luar Google Play Store:

  • Pilih “Pengaturan” di ponsel Anda.
  • Buka opsi “Instal Aplikasi yang Tidak Dikenal.”
  • Pilih “Jangan Izinkan Instal Aplikasi yang Tidak Dikenal.”

Dengan mematuhi langkah-langkah ini, Anda dapat menjaga keamanan ponsel Anda dan mencegah jatuh ke dalam perangkap penipuan undangan pernikahan yang mencuri SMS one-time password.

Kesadaran dan tindakan pencegahan adalah kunci untuk menjaga keamanan online Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *