BERITA

Terganggunya Aktivitas Ekonomi Akibat Ketergantungan pada Listrik saat Pemadaman

67
×

Terganggunya Aktivitas Ekonomi Akibat Ketergantungan pada Listrik saat Pemadaman

Sebarkan artikel ini
Ketergantungan Terhadap Listrik Sebabkan Aktivitas Ekonomi Terhambat saat Pemadaman
Ketergantungan Terhadap Listrik Sebabkan Aktivitas Ekonomi Terhambat saat Pemadaman

Media90 – Ketergantungan masyarakat terhadap energi listrik semakin meningkat dan memiliki dampak signifikan terhadap berbagai sektor, termasuk perekonomian.

Pemadaman listrik yang terjadi di sebagian besar pulau Sumatera baru-baru ini menjadi contoh nyata bagaimana ketergantungan ini dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan rumah tangga secara luas.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Lampung (Unila), Marselina, menyatakan bahwa pemadaman listrik menyebabkan terganggunya seluruh aktivitas ekonomi dan rumah tangga.

“Kalau kita lihat, dampaknya luar biasa terhadap perekonomian. Semua aktivitas, bukan hanya sektor ekonomi terdampak, termasuk aktivitas rumah tangga. Semua sangat tergantung pada energi listrik,” kata Marselina pada Kamis, 6 Juni 2024.

Menurut Marselina, salah satu sektor yang paling terimbas adalah sistem pembayaran. Pemadaman listrik membuat semua layanan transaksi digital tidak bisa berfungsi.

Baca Juga:  Bertualang Ramadan: Wali Kota Bandar Lampung Menyambut 1445 Hijriah dengan Safari Spiritual

“Hampir seluruh sektor ekonomi sangat tergantung pada listrik. Ini bisa menjadi bahaya jika tidak terjaga dengan baik. Meskipun masalah ini bisa teratasi, tetap ada risiko besar jika tidak segera terselesaikan. Kalau tidak, bisa ambruk ekonomi kita,” ujarnya.

Dampak Positif dan Negatif

Meski pemadaman listrik membawa banyak dampak negatif, beberapa pihak justru mendapatkan manfaat.

Misalnya, hotel mengalami peningkatan okupansi karena banyak orang mencari tempat dengan pasokan listrik yang stabil. Penjual genset juga meraup keuntungan karena banyak masyarakat yang mencari alternatif sumber energi.

Namun, di sisi lain, masyarakat yang usahanya sangat tergantung pada energi listrik dan jaringan internet mengalami kelumpuhan.

Mereka tidak dapat menjalankan bisnisnya secara normal, yang berdampak pada pendapatan dan produktivitas.

Baca Juga:  Optimalkan Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi: Polinela Menyambut Kolaborasi Bersama Istambul Gelisim Universitesi Turkiye

Kritik dan Solusi

Marselina mengkritik Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan menyarankan agar perusahaan tersebut memiliki cadangan jika terjadi pemadaman.

“PLN jangan main-main, dia harus punya cadangan kalau terjadi down harus digantikan dengan apa. Kalau memang harus memelihara debit air, daerah resapan itu jangan dijadikan perumahan,” tegasnya.

Sebagai solusi untuk mengurangi ketergantungan pada PLN, Marselina mengusulkan pendirian daerah mandiri energi dengan menggunakan panel surya.

Pemerintah daerah bersama perguruan tinggi dapat bekerja sama dalam hal dukungan anggaran dan riset mengenai kemandirian energi.

“Apalagi Lampung punya potensi yang kaya dari sinar matahari karena kita iklim tropis dan air kita juga kaya. Saya kira ini kita yang harus memulainya. Kalau mengandalkan orang Eropa, mereka tidak ada kepentingan karena mereka lebih banyak musim dingin,” ungkapnya.

Kesimpulan

Pemadaman listrik di Sumatera menunjukkan betapa besar ketergantungan masyarakat pada energi listrik dan dampak luas yang ditimbulkannya.

Baca Juga:  Ribuan Warga Lampung Gelar Aksi Kemanusiaan di Tugu Adipura untuk Palestina

Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan solusi jangka panjang, termasuk diversifikasi sumber energi dan peningkatan cadangan listrik.

Dengan demikian, ekonomi dapat tetap stabil dan masyarakat tidak lagi terlalu tergantung pada satu sumber energi saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *