BERITA

Teguran Pahit: Lapangan Bola Voli Baru di Pekon Labuhan Pulau Pisang Pesisir Barat Mengalami Kerusakan Berat

76
×

Teguran Pahit: Lapangan Bola Voli Baru di Pekon Labuhan Pulau Pisang Pesisir Barat Mengalami Kerusakan Berat

Sebarkan artikel ini
Baru Dibangun, Lapangan Bola Voli Pekon Labuhan Pulau Pisang Pesisir Barat Rusak Berat
Baru Dibangun, Lapangan Bola Voli Pekon Labuhan Pulau Pisang Pesisir Barat Rusak Berat

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Warga Pekon Labuhan, Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, saat ini tengah mengutuk proyek pembangunan lapangan bola voli yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2023.

Mereka mengklaim bahwa proyek ini telah dijalankan secara tidak sesuai standar, mengingat kondisi lapangan tersebut baru beberapa bulan setelah selesai dibangun, mengalami kerusakan yang signifikan.

Proyek tersebut, yang seharusnya menjadi sarana olahraga bagi masyarakat setempat, kini terlihat sangat rapuh dan rusak parah.

Kerusakan ini diduga disebabkan oleh penggunaan material yang tidak memenuhi standar kualitas. Warga setempat menilai bahwa proyek tersebut dijalankan dengan sembrono dan tanpa perencanaan yang matang.

Selain masalah kualitas material, proyek pembangunan lapangan bola voli ini juga menuai kritik karena tidak melibatkan warga setempat sebagai pekerja.

Pekerjaan pembangunan lapangan tersebut diborongkan kepada pihak ketiga atau orang dari luar wilayah, sehingga masyarakat setempat merasa terpingkirkan.

Seorang warga setempat, NG, mengungkapkan kekecewaannya, “Biaya pembangunan berasal dari Anggaran Tahun 2023 dan Dana Desa Pekon Labuhan Kecamatan Pulau Pisang. Sayangnya, pekerjaannya dikerjakan oleh orang luar, tanpa melibatkan masyarakat setempat. Baru beberapa bulan setelah bangunan selesai, lapangan voli sudah rusak berat. Kami berharap agar dugaan penyimpangan ini diusut hingga tuntas.”

Peratin Pekon Labuhan, Arzak Halim, ketika dikonfirmasi mengakui bahwa lapangan bola voli tersebut memang didanai oleh anggaran DD 2023 sebesar Rp70 juta.

Namun, Arzak berpendapat bahwa kerusakan yang terjadi hanya sebatas plesteran yang terkelupas, dan dia berjanji akan segera memperbaikinya.

“Hanya plesteran yang terkelupas dari pertemuan mal yang rusak. Anggarannya Rp70 juta, termasuk pembelian bola voli, net, dan pengadaan lainnya. Ukuran lapangan adalah 10 meter kali 20 meter,” ungkap Arzak.

Arzak menjelaskan bahwa alasan plesteran material terkelupas adalah karena pelaksanaan proyek tersebut dilakukan secara berbagi bagian atau kotak-kotak.

“Kami membangunnya per kotak, karena jika dibangun langsung, seringkali lapangannya patah,” kata Arzak.

Terkait dengan pekerjaan yang tidak melibatkan masyarakat setempat, Arzak membantah tuduhan tersebut.

Dia mengklaim bahwa meskipun sebagian besar pekerja berasal dari luar Pulau Pisang, beberapa warga setempat juga ikut terlibat dalam pekerjaan proyek tersebut.

“Sebagian besar pekerja adalah mereka yang sebelumnya terlibat dalam proyek jalan lingkar Pulau Pisang, mereka profesional dan berasal dari Pringsewu. Namun, juga ada masyarakat Pulau Pisang yang terlibat dalam pekerjaan lain, seperti pengelolaan air dan sebagai ojek, tidak semua pekerja berasal dari luar,” tegas Arzak.

Kontroversi mengenai proyek lapangan bola voli ini masih terus bergulir, dan warga Pekon Labuhan berharap agar pihak berwenang mengusut masalah ini hingga tuntas untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembangunan yang lebih baik di masa depan.