BERITA

Serbuan Ulat: Dampak Pasca Banjir bagi Rumah Warga di Tanjung Senang, Bandar Lampung

134
×

Serbuan Ulat: Dampak Pasca Banjir bagi Rumah Warga di Tanjung Senang, Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini
Pasca Banjir, Rumah Warga di Tanjung Senang Bandar Lampung Diserang Ulat
Pasca Banjir, Rumah Warga di Tanjung Senang Bandar Lampung Diserang Ulat

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pasca banjir yang melanda sejumlah daerah di Bandar Lampung, situasi memprihatinkan masih belum berakhir bagi sebagian warga.

Sejumlah rumah di Perumahan Arinda Permai, Kelurahan Pematang, Tanjung Senang, Bandar Lampung, kini harus berhadapan dengan serbuan ulat bulu yang menambah kesulitan mereka pasca bencana banjir.

Kejadian banjir melanda wilayah ini pada Minggu malam, tepatnya tanggal 25 Februari 2024. Warga seperti Wulan dan keluarganya terpaksa mengungsi ke kantor kelurahan akibat air yang merendam rumah mereka.

“Iya, semalam kami mengungsi di kelurahan, karena air lumayan dalam. Saat surut tadi pulang, tapi lihat penuh ulat bulu menempel di rumah,” ungkap Wulan pada hari Senin, 26 Februari 2024.

Situasi semakin rumit ketika ulat bulu mulai memenuhi rumah-rumah warga yang baru saja dilanda banjir.

Untuk mengantisipasi masalah yang lebih besar, warga seperti Wulan harus membersihkan rumah mereka dengan cara menyapu ulat-ulat tersebut dari tembok rumah.

“Ini kami bersihkan ulatnya, takut gatal kalau kena kulit, makanya disapu saja berharap langsung hilang tidak ada lagi,” tambah Wulan.

Sebelumnya, puluhan rumah di Perumahan Arinda Permai, Pematang Wangi, Tanjung Senang, Bandar Lampung, terendam banjir pada Minggu malam.

Perumahan tersebut, dihuni sekitar 105 kepala keluarga, namun banjir terparah terjadi di Blok A Hidayah 1 dan Hidayah 2, karena ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa.

Kondisi ini menambah beban psikologis dan fisik bagi warga yang sudah merasakan dampak berat dari banjir.

Diperlukan tindakan cepat dan bantuan lebih lanjut dari pihak terkait untuk membantu pemulihan masyarakat yang terdampak bencana ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *