BERITA

RSPTN Unila: Jadi Pionir Riset Kesehatan Sumatera, Target Penyelesaian Awal 2026

35
×

RSPTN Unila: Jadi Pionir Riset Kesehatan Sumatera, Target Penyelesaian Awal 2026

Sebarkan artikel ini
Jadi Rumah Sakit Riset Pertama di Sumatera, Pembangunan RSPTN Unila Ditargetkan Rampung Awal 2026
Jadi Rumah Sakit Riset Pertama di Sumatera, Pembangunan RSPTN Unila Ditargetkan Rampung Awal 2026

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Universitas Lampung (Unila) telah memulai proyek ambisius pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) yang juga akan menjadi pusat riset pertama di Pulau Sumatra.

Proyek ini menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan riset di wilayah tersebut.

Dengan dukungan dana pinjaman dari Asia Development Bank (ADB) melalui proyek Higher Education for Technology and Innovation (HETI), RSPTN Unila ditargetkan akan diresmikan pada akhir tahun 2025 atau awal tahun 2026.

Proyek ini tidak hanya mencakup pembangunan RSPTN tetapi juga Integrated Research Center (IRC), yang akan menjadi pusat riset terkemuka di wilayah tersebut.

Pembangunan RSPTN dan IRC telah dimulai sejak tahun 2024, dengan fokus pada persiapan peralatan dan pengembangan sumber daya manusia yang akan mengelola fasilitas ini.

Menurut Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si, Manajer Unit Implementasi Proyek (PIU) HETI Unila, RSPTN Unila akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan, berbasis IT, efisiensi energi, tahan gempa, dan responsif terhadap gender serta disabilitas.

Keunggulan RSPTN Unila adalah integrasinya dengan pusat riset IRC, yang memungkinkan untuk melakukan penelitian secara langsung di tempat.

RSPTN ini diharapkan akan menjadi pusat layanan unggulan untuk berbagai penyakit tropis, endokrinologi, geriatri, dan rehabilitasi medis.

Untuk mendukung status center of excellence tersebut, RSPTN Unila akan dipersiapkan dengan matang, termasuk merekrut spesialis IT dan Hospital Management Specialist yang akan menerima pelatihan khusus.

Dengan target menjadi rumah sakit Tipe C dengan kapasitas 100 tempat tidur pada tahun 2026 atau akhir tahun 2025, Unila juga memiliki rencana berkelanjutan untuk meningkatkan status menjadi rumah sakit Tipe B.

Sementara itu, Dr. Intanri Kurniati, Sp.P.K, Sekretaris PIU HETI Unila, berharap agar RSPTN Unila dapat menjadi rumah sakit pendidikan yang berbeda dari rumah sakit swasta, dengan menjamin keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas.

Proyek HETI Unila tetap diawasi oleh tim ADB, PMU melalui Kemendikbud, Kementerian Keuangan, dan Bappenas, serta terus melaporkan perkembangannya kepada pimpinan Unila.

Dengan dukungan dari ADB, Unila berharap dapat mewujudkan impian memiliki rumah sakit yang telah digagas sejak 2008.

Kehadiran RSPTN dan IRC Unila diharapkan dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Lampung dalam bidang kesehatan dan meningkatkan reputasi Unila sebagai universitas kelas dunia atau world class university.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *