BERITAOTOMOTIF

Resesi Mengintai di Tengah Pemilu 2024: Suzuki Mengajarkan Keharusan Melihat Kesempatan di Setiap Kesulitan

204
×

Resesi Mengintai di Tengah Pemilu 2024: Suzuki Mengajarkan Keharusan Melihat Kesempatan di Setiap Kesulitan

Sebarkan artikel ini
Resesi Mengintai di Tengah Pemilu 2024 Suzuki Mengajarkan Keharusan Melihat Kesempatan di Setiap Kesulitan
Resesi Mengintai di Tengah Pemilu 2024 Suzuki Mengajarkan Keharusan Melihat Kesempatan di Setiap Kesulitan

Media90 – Meskipun beberapa negara sedang dilanda resesi, Suzuki tetap optimis menghadapi masa depan yang sulit. Donny Saputra, Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), menyampaikan pandangannya dalam acara Suzuki Day 2022 di Taman Mini, Jakarta, pada Sabtu (10/12/2022) lalu.

Suzuki memperkirakan bahwa tahun depan akan menjadi tahun yang menantang, meskipun mereka melihat adanya potensi kenaikan penjualan yang dapat muncul di tengah kemungkinan resesi, terutama karena tahun 2024 akan menjadi tahun pemilihan umum di Indonesia.

“Apakah Suzuki akan terpengaruh oleh resesi dan tahun pemilu 2024? Kami melihatnya dari perspektif yang berbeda, bahwa di setiap kesulitan pasti ada peluang,” ujar Donny Saputra.

Donny memberikan contoh pada pemilu tahun 2014, di mana penjualan sektor otomotif diklaim mengalami peningkatan sebesar 7%, yang juga dirasakan oleh Suzuki. “Biasanya ada tren kenaikan penjualan hingga 7% selama pemilu, dan Gaikindo juga memprediksi peningkatan penjualan kendaraan pada tahun 2023 nanti,” tambahnya.

Suzuki Mengajarkan Keharusan Melihat Kesempatan di Setiap Kesulitan
Suzuki Mengajarkan Keharusan Melihat Kesempatan di Setiap Kesulitan

Donny berharap bahwa penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2023 bisa mencapai angka 1 juta unit. Hal ini merujuk pada proyeksi penjualan kendaraan yang dirilis oleh Gaikindo, yang memperkirakan angka penjualan sebesar 975.000 unit.

Ketua 1 Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, sebelumnya juga mengungkapkan harapannya bahwa angka tersebut dapat tercapai, mengingat tingginya daya beli masyarakat di sektor otomotif. “Proyeksi penjualan tahun depan adalah 975 ribu unit. Harapannya, Indonesia dapat bertahan dari resesi dan daya beli tidak menurun,” ungkapnya beberapa waktu yang lalu.

Jika mengacu pada data Gaikindo, total penjualan mobil dari pabrik ke dealer (wholesales) pada periode Januari hingga Oktober 2022 mencapai 851.413 unit. Angka ini mendekati jumlah penjualan pada tahun sebelumnya yang mencapai 887.202 unit.

Sementara itu, penjualan langsung ke konsumen (retailsales) pada periode Januari hingga Oktober 2022 mencapai 822.013 unit, mengalami peningkatan sebesar 21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 677.346 unit.

Dengan proyeksi yang optimis dan tren peningkatan penjualan yang terlihat pada sektor otomotif, Suzuki berharap dapat menghadapi tantangan tahun depan dengan sukses. Meskipun resesi dan situasi politik dapat mempengaruhi pasar, perusahaan ini tetap berpegang pada keyakinannya bahwa di tengah kesulitan, selalu ada peluang untuk tumbuh dan berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *