BERITA

Menjamurnya Warung Madura di Lampung: Faktor-Faktor Penyebabnya

48
×

Menjamurnya Warung Madura di Lampung: Faktor-Faktor Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Alasan Warung Madura Kian Menjamur di Lampung
Alasan Warung Madura Kian Menjamur di Lampung

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Fenomena warung Madura yang semakin menjamur di Lampung kini semakin terasa nyata.

Salah satu contoh nyata adalah warung kelontong yang beroperasi selama 24 jam penuh, menawarkan barang-barang lengkap bagi masyarakat setempat.

Salah satu warung 24 jam yang menarik perhatian terletak di Jalan Agus Salim, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Meskipun pemiliknya berasal dari suku Bugis, namun konsep dan ciri khas toko ini sangat mirip dengan warung Madura yang sudah dikenal luas.

Dengan tatanan barang yang rapi, produk yang lengkap, dan harga yang lebih terjangkau, serta kehadiran pemilik yang berasal dari suku Bugis, warung ini telah menjadi favorit bagi warga sekitar.

Bahkan, warung ini telah beroperasi selama dua bulan di Lampung, setelah sebelumnya sukses berjualan di Tangerang selama 23 tahun.

“Keluarga kami sudah berjualan selama 23 tahun di Tangerang,” ungkap Idris, pemilik warung, kepada Media90 pada Selasa, 7 Mei 2024.

Menurut Idris, keputusan untuk membuka warung 24 jam adalah untuk memperoleh keuntungan lebih cepat guna menutupi biaya sewa ruko bulanan.

Hal ini bisa dicapai dengan membeli barang langsung dari agen dengan harga yang lebih murah.

“Saya beli barang langsung dari agen sehingga harganya lebih murah. Rokok, telur, semuanya lebih murah di sini,” tambahnya.

Untuk menjaga warung yang buka selama 24 jam, Idris dibantu oleh istri dan anaknya secara bergantian.

Keamanan warung juga cukup terjaga, dan mayoritas pembeli datang pada tengah malam, mencari barang seperti rokok, makanan, minuman, dan obat-obatan.

“Kebanyakan pembeli datang pada tengah malam, karena pada saat itu warung lain sudah tutup. Jadi warga beli ke sini,” jelasnya.

Di tempat lain, penjaga warung 24 jam lainnya, Jia, menjelaskan bahwa toko tersebut beroperasi tanpa henti untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat dan juga agar bisa membayar sewa ruko setiap tahunnya.

“Tidak ada inspirasi khusus dari mana-mana. Kami hanya harus buka 24 jam untuk bisa menutupi biaya sewa yang cukup besar,” ujar penjaga Toko Anugrah di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Kemiling.

Toko kelontong ini, yang baru beroperasi selama empat bulan terakhir, hanya dijaga oleh Jia dan suaminya. Mereka berdua bergantian bekerja di toko tersebut.

“Hanya saya dan suami yang bekerja di sini. Saya bertugas dari pagi sampai jam 9 malam, lalu suami saya mengambil alih dari malam sampai pagi,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *