BERITA

Menghadapi Tantangan Masa Depan Kota Metro: Program Jama Pai Ungkapkan di Rakernas Apeksi XVII

75
×

Menghadapi Tantangan Masa Depan Kota Metro: Program Jama Pai Ungkapkan di Rakernas Apeksi XVII

Sebarkan artikel ini
Tanggapi Tantangan Masa Depan Kota Metro, Progam Jama Pai Disampaikan di Rakernas Apeksi XVII
Tanggapi Tantangan Masa Depan Kota Metro, Progam Jama Pai Disampaikan di Rakernas Apeksi XVII

Media90 – Wali Kota Metro Wahdi Sirajuddin, salah satu dari 98 wali kota di seluruh Indonesia yang juga anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke XVII tahun 2024 di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Acara ini berlangsung pada 4–5 Juni 2024 di Kota Balikpapan dengan langsung dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo, yang membahas tantangan perkotaan di masa depan hingga tahun 2045, termasuk bonus demografi dan perumahan penduduk.

Presiden menegaskan pentingnya persiapan yang matang menghadapi tantangan di tahun 2045, di mana diprediksi 70 persen penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan.

“Sudah sering saya sampaikan bahwa di tahun 2045, 70 persen penduduk kita ini akan ada di perkotaan. Kalau dunia di tahun 2050, 80 persen penduduk dunia akan di perkotaan. Apa yang akan terjadi? Beban kota akan menjadi sangat berat,” ujar Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, perencanaan kota yang detail untuk setiap kota di Indonesia sangat penting agar masalah-masalah seperti yang terjadi di Eropa atau Amerika, seperti tingginya tingkat pengangguran dan jumlah tunawisma, dapat dihindari.

Presiden juga menekankan pentingnya pengembangan transportasi massal di setiap kota, termasuk alternatif seperti Autonomous Rapid Transit (ART).

Kota Masa Depan

Presiden Jokowi menyoroti bahwa kota masa depan bukan hanya tentang modernitas atau gedung pencakar langit tinggi, tetapi juga tentang kota yang ramah terhadap pejalan kaki, penyandang disabilitas, pesepeda, dan lingkungan.

Penghijauan kota menjadi salah satu fokus utama untuk menciptakan kota yang nyaman dan berkelanjutan.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Metro Wahdi menjelaskan pentingnya memiliki hati nurani dalam setiap kebijakan.

Dia juga menekankan pentingnya memikirkan keberlanjutan dan manfaat yang luas bagi semua pihak terkait.

“Pembangunan harus mengikuti siklus kehidupan manusia dan alam, terutama dalam mempersiapkan bonus demografi. Era Society 5.0 teknologi informatika juga harus dimanfaatkan dengan baik. Kota Metro melalui program Jama-Pai, yang dalam bahasa Lampung berarti bersama-sama dengan bergotong-royong, bertujuan untuk menciptakan Generasi Emas Metro Cemerlang (Gemerlang) dalam memanfaatkan bonus demografi tersebut,” kata Wahdi.

Langkah ini, tambah Wahdi, adalah langkah menuju Kota Metro yang berkelanjutan, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada kemajuan provinsi dan Indonesia secara keseluruhan.

Partisipasi dalam Rakernas

Dalam Rakernas ini, hadir juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan beberapa pejabat pusat lainnya yang memberikan materi kepada seluruh anggota Apeksi.

Ini menjadi momentum penting bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi gagasan dan merumuskan langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan masa depan kota.

Dengan demikian, upaya kolaboratif seperti Rakernas Apeksi XVII ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang kokoh menuju pembangunan kota yang lebih baik dan berkelanjutan bagi seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *