BERITA

Kritik Tajam Tokoh Nelayan Labuhan Maringgai Lampung Timur terhadap Kartu Nelayan Berjaya Gubernur Lampung: Tinjauan Mendalam atas Permasalahan yang Muncul

98
×

Kritik Tajam Tokoh Nelayan Labuhan Maringgai Lampung Timur terhadap Kartu Nelayan Berjaya Gubernur Lampung: Tinjauan Mendalam atas Permasalahan yang Muncul

Sebarkan artikel ini
Tokoh Nelayan Labuhan Maringgai Lampung Timur Kritik Kartu Nelayan Berjaya Milik Gubernur Lampung. Ini Masalahnya
Tokoh Nelayan Labuhan Maringgai Lampung Timur Kritik Kartu Nelayan Berjaya Milik Gubernur Lampung. Ini Masalahnya

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pesisir Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, menjadi saksi peringatan Hari Ikan Nasional ke-10 yang dihadiri oleh Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi.

Meskipun acara tersebut meriah, namun kritikan pedas datang dari tokoh nelayan setempat.

Tokoh nelayan bernama Andi menyoroti masalah krusial yang dihadapi para nelayan di Lampung Timur, yaitu kesulitan mendapatkan pasokan solar.

“Sudah satu minggu ini nelayan kesulitan untuk mendapatkan solar, sehingga nelayan tidak bisa beraktivitas mencari ikan di tengah laut pesisir Lampung Timur,” ujar Andi pada Jumat (8/12/2023).

Menurut Andi, kesulitan mendapatkan solar merupakan kendala utama yang menghambat kesejahteraan nelayan.

Meskipun pasokan ikan melimpah, namun sulitnya akses bahan bakar solar untuk kapal menjadi masalah nyata.

Dari 1.900 nelayan di Lampung Timur, sebanyak 70 persen di antaranya adalah buruh nelayan yang tidak memiliki modal untuk memiliki kapal sendiri.

“Artinya, 70 persen buruh nelayan masih tergantung pada pengusaha karena tidak memiliki modal untuk memiliki kapal sendiri atau secara kelompok,” jelas Andi.

Dia menyebutkan bahwa untuk memiliki kapal di bawah 6 GT dengan alat tangkap lengkap, nelayan harus memiliki modal sebesar Rp125 juta, suatu jumlah yang sulit dijangkau oleh banyak nelayan.

Andi juga mengkritik program Kartu Nelayan Berjaya yang diumumkan oleh Gubernur Arinal Djunaidi.

Menurutnya, klaim bahwa nelayan bisa meminjam Rp50 juta melalui program KUR dengan menggunakan kartu nelayan berjaya tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

“Pak Gubernur tadi bilang nelayan bisa pinjam Rp50 juta melalui program KUR menggunakan kartu nelayan berjaya, fakta di lapangan jauh dari kenyataan,” kata Andi dengan nada kritis.

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Komisi IV Hanan A. Razak, yang juga hadir dalam peringatan Hari Ikan Nasional, turut menyoroti permasalahan solar yang dihadapi nelayan.

Hanan berjanji untuk mencari solusi dengan mendirikan Stasiun Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di setiap pesisir yang memiliki dermaga.

“Soal solar akan kami bicarakan jauh-jauh hari, dan rencana akan kami bangun SPBN di setiap pesisir yang memiliki dermaga,” ujar Hanan, mencoba memberikan harapan bagi para nelayan yang menghadapi kendala krusial ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *