BERITA

Kejadian Tragis: Balita Rajabasa Bandar Lampung Terseret Air Selama Enam Hari, Pencarian Masih Berlanjut

141
×

Kejadian Tragis: Balita Rajabasa Bandar Lampung Terseret Air Selama Enam Hari, Pencarian Masih Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Enam Hari Hilang Terseret Air, Balita di Rajabasa Bandar Lampung Belum Ditemukan
Enam Hari Hilang Terseret Air, Balita di Rajabasa Bandar Lampung Belum Ditemukan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Hingga memasuki hari keenam pencarian, Sabtu (13/1/2024), Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan M. Nadif Arthanabil, seorang balita berusia 2,5 tahun yang dilaporkan hilang terseret air di Perumahan Griya Kencana, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Pada hari kelima pencarian, Jumat (12/1/2024), Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan keberadaan Nadif. Tim SAR dibagi menjadi dua Sektor Rescue Unit (SRU), yaitu SRU 1 dan 2 yang bergerak menuju aliran air Tol Km 87 hingga aliran air Karang Anyar. Sementara itu, SRU B bersama keluarga melakukan penyisiran di aliran air Batara Nila.

Kepala Kantor Badan SAR Nasional (Basarnas) Lampung, Deden Ridwansah, menjelaskan bahwa Tim Drone juga turut melakukan pemantauan via udara di sekitar aliran air Perumahan Sidosari dengan jangkauan sejauh ± 1,5 km selama 12 menit dan ketinggian 141 feet. Namun, hasil pemantauan tersebut nihil.

Pukul 13.36 WIB, SRU B dan keluarga melanjutkan penyisiran di aliran air jembatan Ina Motor Hajimena hingga aliran air Polinela.

Pada sore hari pukul 15.41 WIB, SRU 1 dan SRU 2 melakukan penyisiran melewati aliran air Tol Km 87 hingga ke aliran belakang Taman Tanjung Pesona, Jati Agung, Lampung Selatan.

Tim Drone kembali melakukan pemantauan via udara disekitar aliran air Tol Km 87 sejauh ± 1.5 km selama 22 Menit dengan ketinggian 140 FT.

Sayangnya, upaya pencarian pada Jumat (12/1/2024) harus dihentikan pada pukul 17.45 WIB tanpa berhasil menemukan korban.

Pencarian akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (13/1/2024) mulai pukul 06.30 WIB. Sementara itu, ibu korban terlihat terpukul dan menangis di atas jembatan sambil memanggil-manggil nama sang anak.

“Nak pulang Nak, Nadif, pulang Nak. Ini Umi nak, Umi tungguin kamu pulang ke rumah, pulang Nak,” ujarnya sambil terisak, mengekspresikan keprihatinan dan harapan agar sang balita segera ditemukan dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *