BERITA

Insiden Momen Upacara HUT ke-78 RI: Usaha Perbaikan Tali Bendera Berakhir dengan Kecelakaan, Pelatih Paskibraka Terjatuh di Kertosari Lampung Selatan

196
×

Insiden Momen Upacara HUT ke-78 RI: Usaha Perbaikan Tali Bendera Berakhir dengan Kecelakaan, Pelatih Paskibraka Terjatuh di Kertosari Lampung Selatan

Sebarkan artikel ini
Coba Perbaiki Tali Bendera Terputus, Pelatih Paskibraka Terjatuh Saat Upacara HUT ke 78 RI di Kertosari Lampung Selatan
Coba Perbaiki Tali Bendera Terputus, Pelatih Paskibraka Terjatuh Saat Upacara HUT ke 78 RI di Kertosari Lampung Selatan

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Desa Kertosari, yang terletak di Kecamatan Tanjung Sari, Lampung Selatan, menjadi saksi dari insiden yang tak terduga saat upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-78 Republik Indonesia pada Kamis, 17 Agustus 2023.

Upacara yang diisi dengan semangat kemerdekaan dan patriotisme ini menjadi sorotan karena bendera merah putih gagal berkibar secara mulus.

Insiden tersebut terjadi ketika tim pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tengah berusaha mengerek bendera merah putih yang megah.

Namun, dalam proses pengibaran, tali yang menghubungkan bendera dengan tiang bendera tiba-tiba terputus di tengah-tengah upacara yang sedang berlangsung.

Mendapati situasi yang mendesak, pelatih Paskibraka yang dikenal sebagai Nehru, tanpa ragu-ragu, mengambil inisiatif untuk memanjat tiang bendera guna memperbaiki tali yang terputus.

Langkah pemberaniannya ini mengundang perhatian dan harapan para penonton, yang berharap agar bendera dapat berkibar dengan sempurna.

Namun, nasib berkata lain. Ketika Nehru mencapai ketinggian tertentu, tiang bendera yang terbuat dari pipa besi tiba-tiba patah.

Insiden yang tidak terduga ini mengakibatkan pelatih Paskibraka tersebut terjatuh dari ketinggian, menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan di antara para hadirin.

Albert Halomoan Sidauruk, Kepala Desa Kertosari, memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

Menurutnya, apa yang terjadi bukanlah sekadar insiden, melainkan musibah yang tak terduga.

“Upacara dari awal sudah berjalan dengan baik, bahkan Paskibraka juga berjalan dengan baik. Tapi ketika bendera sudah ditarik sekitar empat tarikan, itu talinya terputus,” ungkap Albert.

Upacara kemudian tetap dilanjutkan dengan tekad yang kuat. Tim Paskibraka berusaha menjaga suasana khidmat dan penuh semangat, meskipun dihadapkan dengan situasi yang mengejutkan.

Mereka melanjutkan pengibaran bendera dengan cara yang kreatif, yaitu dengan membentangkan bendera di bawahnya.

Lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pun berkumandang dengan gagah, mengiringi momen ini.

Namun, insiden tersebut juga mengundang rasa prihatin terhadap keadaan Nehru, pelatih Paskibraka yang tak terelakkan jatuh dari ketinggian.

Albert menjelaskan bahwa meskipun kondisinya tergolong kuat, namun beban berat yang dibawanya serta bahan pipa besi yang melengkung menyebabkan tiang bendera patah.

Bergegas merespons situasi, Nehru segera dibawa ke Puskesmas Tanjung Sari untuk pemeriksaan medis. Beruntung, insiden tersebut tidak berakhir tragis dan Nehru dinyatakan dalam kondisi yang baik dan sehat.

Tak tergoyahkan oleh insiden yang terjadi, upacara peringatan HUT ke-78 RI di Desa Kertosari tetap berlangsung hingga selesai.

Ribuan masyarakat, termasuk para pelajar, tetap memeriahkan acara tersebut dengan semangat dan antusiasme yang tinggi, menunjukkan cinta mereka terhadap tanah air dan semangat perjuangan para pahlawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *