BERITA

Hujan Lebat di Bandar Lampung: Banjir Bandang Terjang Empat Kecamatan Akibat Sampah Berlebih

36
×

Hujan Lebat di Bandar Lampung: Banjir Bandang Terjang Empat Kecamatan Akibat Sampah Berlebih

Sebarkan artikel ini
Banyak Sampah, Hujan Deras Guyur Bandar Lampung, Empat Kecamatan ini Banjir Bandang
Banyak Sampah, Hujan Deras Guyur Bandar Lampung, Empat Kecamatan ini Banjir Bandang

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Hujan deras yang mengguyur pada Sabtu (10/2/2024) dini hari membuat empat kecamatan di Kota Bandar Lampung terendam banjir.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung menyebut empat kecamatan yang dilanda banjir itu Way Halim, Labuhan Ratu, Rajabasa, dan Kedamaian.

Banjir bandang merendam hampir separuh Perumahan Gloria Persada Rajabasa Raya. Hingga pukul 10.00 WIB air masih merendam rumah yang berdekatan dengan Sungai Way Kandis.

“Air masih besar pada pukul 08.00,” kata Haryono, Ketua RT 12 Lingkungan 2 Rajabasa Raya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Wakhidi, mengatakan banjir yang terjadi di lokasi tersebut bukan hanya disebabkan intensitas air hujan yang lebat, tetapi juga karena banyaknya sampah dibuang sembarangan ke saluran air oleh masyarakat.

“Jadi banyaknya sampah ini membuat air pun menjadi terhambat dan meluap saat hujan lebat,” ujarnya.

Namun demikian, kata Wakhidi, dampak dari hujan lebat tersebut saat ini dapat teratasi oleh personel BPBD yang melakukan penyedotan air sehingga genangan air berkurang dan surut.

“Kami mengimbau agar masyarakat tak membuang sampah sembarangan, terlebih saat ini telah memasuki musim penghujan. Ini sudah kami sampaikan juga pada RT agar warganya tak buang sampah sembarangan dan selalu mengontrol, terutama pada lokasi yang sering tergenang air,” tambahnya.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan dalam upaya mengantisipasi banjir akibat hujan deras, dilakukan berbagai langkah, salah satunya Program Grebek Sungai.

“Program Grebek Sungai ini masih terus berjalan, ada juga kegiatan kerja bakti bersama-sama, dengan harapan tidak terjadi banjir di kota ini saat hujan turun,” katanya.

Namun, dia mengakui bahwa terdapat satu lokasi yang terjadi banjir karena tanggul di daerah itu jebol. “Nah ada informasinya tanggul jebol, nanti itu kami perbaiki agar tidak terjadi banjir lagi,” ujarnya.

BPBD Provinsi Lampung Memetakan Sawah Berisiko Terdampak Banjir

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung memetakan sawah yang memiliki risiko terdampak banjir di tengah berlangsungnya musim hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Lampung, Joni Toyib, mengatakan bahwa pihaknya membuat kajian risiko bencana dan pemetaan mengenai sawah yang berisiko terpapar banjir.

Dia menjelaskan bahwa sawah yang berada di sepanjang aliran sungai dan dekat dengan daerah pesisir seperti Mesuji memiliki musim tanam normal pada musim hujan, dan lokasinya biasanya ada di dekat sungai utama juga terdapat di sepanjang anak sungai.

Apabila terjadi banjir, secara otomatis sawah akan tergenang oleh air, terutama pada wilayah pertemuan sungai.

“Berdasarkan hasil valuasi luasan sawah, total luasan sawah yang berisiko terpapar banjir pada daerah berisiko ancaman banjir adalah 74.095 hektare,” kata Joni.

Joni mengatakan jumlah luasan sawah yang berisiko terdampak banjir itu terdiri dari 35.096 hektare yang masuk dalam kawasan berisiko rendah, lalu seluas 23.553 hektare masuk dalam kawasan berisiko sedang, dan 15.445 hektare masuk dalam kawasan berisiko tinggi.

“Dokumen kajian risiko bencana Provinsi Lampung pada 2019-2024 yang disusun BPBD Provinsi Lampung dan Institut Teknologi Sumatera ini disusun dengan harapan bisa melakukan antisipasi terlebih dahulu di daerah-daerah yang berisiko terdampak bencana alam salah satunya banjir,” katanya.

Menurut Joni, berdasarkan hasil analisis potensi sawah terpapar risiko banjir berdasarkan kabupaten kota meliputi, untuk yang berisiko terdampak banjir terbesar ada di Kabupaten Lampung Tengah dengan luasan 29.117 hektare dan valuasi kerugian Rp539 miliar.

Sedangkan yang dampaknya terkecil adalah Kota Bandar Lampung dengan luasan 9,44 hektare dengan nilai valuasi kerugian Rp174 juta.

Kemudian potensi sawah terdampak banjir di Kabupaten Lampung Barat seluas 1.671 hektare, Kabupaten Lampung Selatan 4.839 hektare, Lampung Timur 16.286 hektare, Lampung Utara 42 hektare, Mesuji 788 hektare, Kota Metro 41 hektare.

Selanjutnya potensi sawah terpapar banjir ada di Kabupaten Pesawaran seluas 1.162 hektare, Pesisir Barat 5.705 hektare, Pringsewu 63 hektare, Tanggamus 4.818 hektare.

Di Kabupaten Tulang Bawang sawah yang berpotensi terpapar risiko dampak banjir seluas 8.750 hektare, Tulang Bawang Barat 193 hektare, dan Way Kanan 273 hektare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *