BERITA

DMI Bandar Lampung Menginspirasi Takmir Masjid Al-Falah Sragen Jawa Tengah: Berikut Enam Keunggulannya

162
×

DMI Bandar Lampung Menginspirasi Takmir Masjid Al-Falah Sragen Jawa Tengah: Berikut Enam Keunggulannya

Sebarkan artikel ini
DMI Bandar Lampung Ajak Takmir Belajar Manajemen ke Masjid Al-Falah Sragen Jawa Tengah, ini Enam Keunggulannya
DMI Bandar Lampung Ajak Takmir Belajar Manajemen ke Masjid Al-Falah Sragen Jawa Tengah, ini Enam Keunggulannya

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Setelah kesuksesan Masjid Jogokariyan di Yogyakarta dalam manajemen masjid yang telah mencuri perhatian, sekarang giliran Masjid Al-Falah di Sragen, Jawa Tengah, yang menjadi bahan pembelajaran yang sangat berharga.

Sebenarnya, Masjid Jogokariyan dan Masjid Al-Falah bisa disebut sebagai kakak beradik, karena keduanya berawal dari semangat yang sama yang telah membawa mereka meraih kesuksesan.

Masjid Al-Falah berdiri di atas tanah wakaf PG Mojo Sragen pada tahun 1956. Pengurus awal masjid ini berasal dari Muhammadiyah Sragen dengan nama awal Masjid Al-Ittihad.

Pada tahun 1960, namanya diubah menjadi Masjid Raya Al-Falah, dan masjid ini ikut serta dalam lomba manajemen masjid tingkat provinsi yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Sragen.

Pada tahun 2000, Bupati Sragen H.R. Bawono memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan Masjid Al-Falah kepada Pimpinan Muhammadiyah Sragen sebagai penanggung jawab kemakmuran masjid.

Pada tahun 2015, takmir Masjid Al-Falah mempercayakan kepemimpinan kepada Kusnadi Ikhwani.

Saat ini, masjid tersebut memiliki 35 karyawan yang digaji secara profesional, termasuk petugas keamanan (5 personil), petugas kebersihan (6 personil), dan Brigade Bersih Masjid (5 personil).

Semua karyawan ini menerima gaji setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) setempat.

Dengan dasar ini, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bandar Lampung berencana untuk mengundang Ki Kusnadi Ikhwani, Ketua Takmir Masjid Al-Falah, sebagai narasumber dalam pelatihan manajemen masjid dua angkatan.

Ketua DMI Kota Bandar Lampung, H. Rahmat Mirzani Djausal, mengungkapkan bahwa angkatan pertama akan dilaksanakan pada tanggal 30 September 2023 di Aula Kampus IBI Darmajaya, dengan peserta yang berasal dari berbagai masjid di Kota Bandar Lampung.

Sedangkan angkatan kedua akan diadakan pada tanggal 1 Oktober, juga di Aula IBI Darmajaya, dengan peserta dari wilayah-wilayah sekitarnya.

“Kami berharap agar para takmir dapat belajar dari pengalaman Masjid Al-Falah untuk meningkatkan manajemen masjid masing-masing,” kata Rahmat Mirzani Djausal, didampingi oleh Sekretaris DMI Bandar Lampung, Ahmad Rusdi, pada Jumat (15/9/2023).

Ki Kusnadi Ikhwani, Ketua Takmir Masjid Al-Falah, mengungkapkan bahwa salah satu kelemahan umum yang membuat masjid tidak dapat berkembang adalah kurangnya manajemen yang baik, dan sering kali masjid hanya diurus secara sporadis dalam waktu luang.

Ia melihat bahwa takmir masjid seringkali belum memiliki visi dan kepemimpinan yang diperlukan untuk membuat masjid berkembang dan makmur.

Dalam pengelolaan Masjid Al-Falah, selain membangun fisik, Ki Kusnadi juga mengusulkan program-program sedekah Ramadan, termasuk program pengumpulan dana senilai Rp5 juta untuk gaji imam dan operasional bulanan.

Selain itu, ada program berbagi buka puasa senilai Rp5,2 juta untuk 400 porsi buka puasa dengan nilai per porsi sekitar Rp13.000, serta program cinta anak yatim senilai Rp150.000 per paket, dan infak umum senilai Rp100.000.

Berikut adalah enam fakta mengenai keunggulan Masjid Raya Al Falah Sragen:

  1. Masjid Percontohan Nasional: Setiap minggunya, sekitar 2.500 orang datang ke Masjid Raya Al Falah Sragen untuk belajar tentang strategi untuk memakmurkan masjid.
  2. Penghimpunan Dana yang Signifikan: Pada tahun 2022, masjid berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp2,4 miliar, yang digunakan untuk kegiatan dakwah, operasional, dan kegiatan sosial bagi masyarakat.
  3. Kepemimpinan Anak Muda: Hingga 80% pengurus masjid adalah generasi muda, termasuk pelajar, mahasiswa, dan profesional. Mereka bekerja secara sukarela dan profesional dalam mengelola masjid.
  4. Program Beragam: Setiap bulan, terdapat 210 majelis ilmu yang diselenggarakan untuk berbagai segmen, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, hingga lansia.
  5. Kerjasama dengan Pemerintah: Masjid ini memiliki Surat Keputusan (SK) resmi dari pemerintah, menguatkan posisinya sebagai institusi yang diakui secara hukum.
  6. Manajemen Keuangan yang Profesional: Keuangan masjid dikelola dan diaudit oleh lembaga resmi Lazismu Sragen, sehingga keuangan terkelola dengan baik, tertata dengan sistematis, dan tercatat dengan baik.

Masjid Al-Falah Sragen, Jawa Tengah, adalah contoh nyata tentang bagaimana manajemen yang baik, semangat pemuda, dan program sosial yang berdaya guna dapat memajukan sebuah masjid dan memberikan dampak positif pada masyarakatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *