BERITA

Bahaya Modus Palsu Polisi di TikTok: Warga Kemiling Jadi Target Penipuan Pulsa

104
×

Bahaya Modus Palsu Polisi di TikTok: Warga Kemiling Jadi Target Penipuan Pulsa

Sebarkan artikel ini
Waspada Penipuan Modus Minta Pulsa Ngaku Polisi Lampung di TikTok, Warga Kemiling Jadi Korban
Waspada Penipuan Modus Minta Pulsa Ngaku Polisi Lampung di TikTok, Warga Kemiling Jadi Korban

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Seorang wanita berinisial RD (28) di Kemiling, Bandar Lampung, telah menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan anggota kepolisian di media sosial melalui akun TikTok @koko_bocay.57. Kejadian ini terjadi pada tanggal 29 September 2023.

Awalnya, akun TikTok tersebut mengikuti akun TikTok milik RD dan mengajak berkenalan. Mereka kemudian bertukar nomor telepon dan nomor WhatsApp, dengan akun tersebut mengaku sebagai Pahlevi, seorang anggota polisi yang sedang bertugas di Kalimantan.

Pada tanggal 7 Oktober 2023, akun tersebut menghubungi RD melalui WhatsApp dan meminta bantuan untuk membelikan pulsa.

Pelaku mengklaim bahwa ia sedang berada di lokasi yang jauh dari konter pulsa. RD, tanpa curiga, membelikan pulsa sebesar Rp300 ribu sesuai permintaan pelaku.

Namun, setelah beberapa hari, RD mengecek rekeningnya dan menemukan bahwa uang yang seharusnya telah ditransfer oleh pelaku tidak masuk. Ketika ditanya, pelaku mengklaim bahwa ada gangguan dengan pihak bank di daerah pengirimannya.

Pelaku kemudian mengirimkan bukti transfer palsu sebesar Rp600 ribu dan meminta RD untuk membelikan pulsa lagi, kali ini ke nomor “senior” di kepolisian.

Namun, RD tidak memiliki saldo yang cukup untuk membelikan pulsa sebesar Rp600 ribu, sehingga ia hanya membelikan pulsa sebesar Rp300 ribu.

Setelah pengecekan lebih lanjut, RD menyadari bahwa uang sebesar Rp600 ribu tidak masuk ke rekeningnya.

Barulah pada saat itu, RD menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan dan merugi sebesar Rp600 ribu.

Akibat kejadian ini, RD melaporkan kasus tersebut ke Polda Lampung sebagai tindakan penipuan yang dialaminya.

Kasus ini menunjukkan pentingnya waspada terhadap modus penipuan yang menggunakan identitas palsu di media sosial dan selalu berhati-hati ketika diminta untuk mentransfer uang atau melakukan transaksi online dengan orang yang tidak dikenal secara langsung.