UMUM

Langkah TNI AD Dalam Memerangi Stunting Mendapat Apresiasi dari Wamenkes Melalui Pengadaan Air Bersih

201
×

Langkah TNI AD Dalam Memerangi Stunting Mendapat Apresiasi dari Wamenkes Melalui Pengadaan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Langkah TNI AD Dalam Memerangi Stunting Mendapat Apresiasi dari Wamenkes Melalui Pengadaan Air Bersih
Langkah TNI AD Dalam Memerangi Stunting Mendapat Apresiasi dari Wamenkes Melalui Pengadaan Air Bersih

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tanggal 25 Juli, Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menghadiri peresmian fasilitas air bersih program TNI Manunggal Air Tahun 2023 di Desa Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, dan memberikan apresiasi yang tinggi atas langkah yang diambil oleh TNI Angkatan Darat dalam membangun fasilitas penampungan air bersih untuk masyarakat di wilayah tersebut.

Langkah ini dinilai mampu membantu mempercepat penurunan stunting di area tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes Dante menyatakan bahwa TNI memiliki peran penting dalam pengadaan air bersih.

Beliau menekankan bahwa penyebab stunting terutama berasal dari dua faktor, yakni kekurangan pangan dan penyakit menular.

Dengan tersedianya air bersih, terutama dalam mengurangi penyakit menular seperti diare, maka angka stunting dapat diturunkan.

Dengan penuh keyakinan, Wamenkes menyambut baik kehadiran program penyediaan air bersih ini dan berharap agar program tersebut dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke daerah-daerah lain yang membutuhkan.

Selanjutnya, Moeldoko, selaku Kepala Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, mengingatkan bahwa penyediaan air bersih merupakan hal yang tidak boleh diabaikan, karena berperan besar dalam tumbuh kembang anak-anak.

Oleh karena itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Pemerintah tahun 2020-2024, peningkatan akses terhadap air bersih yang berkelanjutan menjadi salah satu target utama.

Berdasarkan hasil riset, Moeldoko menyampaikan bahwa air memiliki kontribusi sekitar 40% terhadap angka stunting.

Dengan implementasi program ini, diharapkan dapat menurunkan prevalensi stunting secara keseluruhan sebesar 40%, menunjukkan bahwa peran air sangatlah penting dalam upaya melawan stunting.

Moeldoko juga menekankan bahwa keberadaan air bersih akan mendukung upaya intervensi yang telah dilakukan pemerintah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, termasuk di antaranya pola asuh dan pola makan melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang berbasis pada pangan lokal.

Menanggapi program penyediaan air bersih ini, Wamenkes Dante dan pihaknya berkeyakinan bahwa langkah ini akan membantu menurunkan infeksi penyakit menular pada anak-anak, sehingga target pemerintah untuk menurunkan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024 dapat tercapai.

Dalam kaitannya dengan peran TNI AD, Kepala Staf TNI AD, Dudung Abdurrahman, menjelaskan bahwa program TNI Manunggal Air merupakan salah satu dari tujuh perintah yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo, yang menetapkan bahwa TNI AD harus memberikan dampak positif kepada masyarakat.

Perintah tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas air bersih di daerah-daerah yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap air bersih.

Dudung menjelaskan bahwa program ini telah berjalan cukup lama dan hingga saat ini sudah ada 1.134 titik pemasangan pompa air di seluruh Indonesia.

Desa Lebakgedong menjadi desa ke-1304 yang mendapatkan bantuan fasilitas air bersih dari TNI AD, di mana telah dipasang pompa air di 6 titik dengan jarak antar pompa sekitar 2 kilometer.

Pompa-pompa yang diinstal, tambah Dudung, berfungsi untuk menyalurkan air dari bawah ke atas tanpa menggunakan listrik, melainkan memanfaatkan tekanan air.

Agar air tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, TNI AD telah menyiapkan 6 menara penampungan air dengan kapasitas 5000 liter masing-masing.

Air yang ditampung di menara-menara tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat dan mendukung berbagai kegiatan perekonomian, termasuk di bidang pertanian.

Virgojanti, selaku Sekretaris Daerah Banten, menyampaikan bahwa pada tahun 2022, angka prevalensi stunting di Provinsi Banten mencapai 20%, namun menurun sekitar 4,6% hingga Februari 2023, dan saat ini berada di angka 15,4%.

Upaya intervensi telah dilakukan melalui pengukuran berat dan tinggi badan dengan menggunakan metode “by name by address” untuk 919.680 anak di seluruh Provinsi Banten.

Di Desa Lebakgedong sendiri, intervensi telah diberikan kepada 20 anak yang menunjukkan gejala klinis stunting.

Virgojanti menyatakan bahwa masih ada target yang harus dicapai, yaitu pada tahun 2024, di mana Bapak Presiden menargetkan angka stunting mencapai 14%.

Ia berharap bahwa target tersebut dapat tercapai bahkan sebelum tahun 2024, sehingga di masa depan, angka stunting di bawah 14% dapat terwujud.

Optimisme semakin meningkat dengan adanya bantuan fasilitas air bersih yang diberikan oleh TNI AD.

Program ini semakin memperkuat upaya-upaya yang telah ada sehingga target penurunan angka stunting di wilayah Banten diharapkan dapat tercapai.

Oleh karena itu, kepada para perangkat desa dan masyarakat, diingatkan untuk menjaga dan merawat fasilitas pemberian air bersih ini dengan baik, agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat di Desa Lebakgedong dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *