UMUM

Bertualang Bersama Sanca dan Piton: Masayu di Balik Layar Film Paku Tanah Jawa

32
×

Bertualang Bersama Sanca dan Piton: Masayu di Balik Layar Film Paku Tanah Jawa

Sebarkan artikel ini
Bintangi Film Paku Tanah Jawa, Masayu harus ‘Berteman’ dengan Sanca hingga Piton
Bintangi Film Paku Tanah Jawa, Masayu harus ‘Berteman’ dengan Sanca hingga Piton

Media.gatsu90rentcar.com – Aktris Masayu Anastasia sedang mengeksplorasi wilayah baru dalam karir aktingnya dengan syuting film terbarunya.

Dalam film horor berjudul “Paku Tanah Jawa”, Masayu dihadapkan pada tantangan besar: berinteraksi dengan berbagai jenis ular sungguhan dalam beberapa adegan kunci.

Dalam perannya sebagai sinden, Masayu tidak hanya harus menghadirkan karakter yang kuat, tetapi juga harus belajar cara berinteraksi dengan ular sungguhan.

Untuk mempersiapkan diri, Masayu bekerja sama dengan ahli dalam memperlakukan ular untuk mempelajari teknik-teknik yang diperlukan.

“Memegang ular piton dan sanca yang bantet saja sudah cukup berat bagiku. Bayangkan saja ketika kami harus berhadapan dengan ular yang lebih besar dan lebih banyak di lokasi syuting,” ujar Masayu tentang pengalamannya.

Film ini bukan hanya tentang aksi horor semata, tetapi juga mencoba untuk menggali mitos dan kepercayaan lokal.

Produser Bambang Drias menjelaskan bahwa film ini terinspirasi dari kepercayaan bahwa Gunung Tidar adalah pusat kekuatan dan kesaktian di Pulau Jawa.

Meskipun tidak semua elemen cerita berasal dari mitos tersebut, namun film ini mencoba untuk mengeksplorasi tema-tema yang relevan dengan kehidupan masa kini, seperti pesugihan dan fenomena klenik lainnya.

“Paku Tanah Jawa” mengisahkan tentang Ningrum, yang harus berjuang melawan pandangan negatif masyarakat sekitar.

Ketika kabar bahwa ibunya, Handini, terlibat dalam pesugihan mulai menyebar, hidup Ningrum semakin sulit.

Lebih buruk lagi, kekasihnya, Jalu, menjadi tumbal terbaru dari praktik tersebut.

Ningrum terpaksa menghadapi serangkaian teror gaib, tetapi dia tidak sendirian.

Dengan petunjuk dari seorang kiai, Ningrum memperoleh senjata sakti untuk memerangi kekuatan gelap yang mengancam kehidupannya.

Film ini, yang diproduksi oleh Armani Entertainment, dijadwalkan akan tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 6 Juni 2024.

Diharapkan film ini tidak hanya akan menjadi hiburan yang menegangkan, tetapi juga akan menghadirkan sudut pandang baru tentang mitos dan kepercayaan tradisional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *