TEKNO

Perjalanan 11 Tahun: Mengapa Apple Akhirnya Berpindah dari Lightning ke USB-C?

159
×

Perjalanan 11 Tahun: Mengapa Apple Akhirnya Berpindah dari Lightning ke USB-C?

Sebarkan artikel ini
Setelah 11 tahun digunakan, ini alasan Apple akhirnya harus bermigrasi dari Lightning ke USB-C
Setelah 11 tahun digunakan, ini alasan Apple akhirnya harus bermigrasi dari Lightning ke USB-C

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Perangkat pertama dengan port USB-C hadir pada tahun 2015.

Sekarang, USB-C ada di mana-mana, mulai dari ponsel Android, laptop, earbud nirkabel, kamera mirrorless, konsol game, monitor PC, dan bahkan skuter listrik.

Sementara iPhone cukup lama bertahan dengan konektor daya non-USB-C yakni menggunakan Lightning. Setiap iPhone yang dirilis sejak 2012 telah menggunakan Lightning sampai sekarang.

Apple memang dalam beberapa tahun terakhir sudah juga menambahkan USB-C untuk MacBook dan iPad. Namun untuk iPhone, Apple memilih untuk tetap menggunakan konektor Lightning.

Perubahan yang Mendebarkan

Jelang peluncuran iPhone 15 Series, Apple telah mengonfirmasi bahwa port Lightning iPhone akan diganti dengan port USB-C.

Apple rencananya akan meluncurkan iPhone baru tersebut di acara tahunan pada 12 September di Cupertino, California.

Pertanyaannya adalah, mengapa Apple akhirnya mengubah port sekarang?

Perjalanan dari 30-Pin hingga Lightning

Ingat konektor 30-pin pada iPhone dan iPod lama? Fitur tersebut diperkenalkan pada 2003.

Sembilan tahun kemudian, Apple menukarnya dengan port Lightning, yang lebih kecil dan dapat dibolak-balik.

Artinya pengguna dapat mencolokkannya ke arah mana pun. Penggunaan Lightning ini menciptakan lebih banyak ruang di dalam perangkat untuk memungkinkan komponen lain, seperti baterai yang lebih besar.

Sekarang, setelah 11 tahun Lightning akan ditinggalkan dan digantikan USB-C.

Transisi Bertahap

Apple secara bertahap menambahkan port USB-C ke perangkat kerasnya yang lain selama beberapa tahun terakhir.

Apple adalah yang pertama kali menggunakan USB-C pada laptop pada 2015.

Kemudian iPad memulai transisi dari Lightning ke USB-C.

Bisa dibilang iPhone pasti akan menjadi yang berikutnya.

Tekanan dari Uni Eropa

Tetapi selama ini Apple telah memungut biaya lisensi dari pihak ketiga yang membuat aksesori yang menggunakan port Lightning melalui program Made for iPhone (MFi).

Lantas mengapa Apple akhirnya mau kehilangan semua sumber dana tersebut?

Apple dipaksa Uni Eropa, yang mengesahkan undang-undang pada 2022 yang mewajibkan ponsel, tablet, dan kamera yang dijual di wilayah tersebut untuk dilengkapi dengan port USB-C pada akhir tahun 2024.

Manfaat Beralih ke USB-C

Transisi ini bermuara pada kenyamanan pada semua orang yang akhirnya bisa menggunakan port universal ini untuk mengisi ulang daya dan mentransfer data, apa pun perangkatnya.

Ini berarti pengguna dapat menggunakan kabel pengisian daya yang sama di beberapa perangkat.

Bayangkan kamu dapat mencolokkan kabel USB-C MacBook untuk mengisi ulang daya iPad dan iPhone.

Jika teman kamu memiliki ponsel Android, mereka akhirnya bisa menggunakan kabel yang sama.

Artinya dengan memiliki satu konektor untuk menangani semua perangkat, idealnya akan mengurangi limbah elektronik, karena tidak perlu membeli berbagai jenis kabel dan pengisi daya.

Alasan ini juga yang membuat Apple tidak menyertakan pengisi daya (adaptor) di dalam kotak iPhone.

USB-C juga memungkinkan pengisian daya dan kecepatan transfer data yang berpotensi lebih cepat, meskipun sebagian besar tergantung pada standar yang diputuskan Apple untuk diikuti.

Port Lightning dibatasi pada 480 megabit per detik untuk transfer data, tetapi USB-C secara teoritis dapat bergerak hingga 80 gigabit per detik dengan spesifikasi terbaru yang ditetapkan USB Implementers Forum, di mana Apple menjadi bagian di dalamnya.

Kecepatan dan Kemudahan

Apple juga dikabarkan akan membatasi model dasar iPhone 15 pada standar USB 2.0, yang bertahan pada 480 Mbps.

Namun, model iPhone 15 Pro mungkin mendapatkan dukungan untuk standar USB 3.2 atau Thunderbolt 3, yang bisa mencapai kecepatan 20 hingga 40 Gbps.

Dengan menggunakan USB-C, mentransfer file video dari iPhone melalui kabel mungkin akan jauh lebih cepat dari sebelumnya.

Begitu juga dengan kecepatan pengisian daya. Sebagai perbandingan, model iPhone 14 memiliki batas pengisian daya resmi sebesar 20 watt.

Tetapi Apple dapat meningkatkannya sedikit lebih tinggi pada iPhone 15.

Sebab spesifikasi USB-C mendukung watt dan arus yang lebih tinggi untuk memungkinkan pengisian daya yang lebih cepat, setara dengan ponsel Android unggulan.

Perbandingannya, iPhone 14 Pro Max membutuhkan waktu sekitar 1 jam 40 menit untuk mengisi ulang daya hingga penuh.

Sementara Samsung Galaxy S23 Ultra dapat mengisi ulang daya hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Kelebihan Lainnya

Kelebihan lainnya? USB-C dapat digunakan untuk menyambungkan perangkat secara langsung ke layar eksternal.

Jika perangkat mendukung DisplayPort melalui USB-C, kamu dapat menggunakan kabel yang sama dengan yang kamu gunakan untuk mentransfer data dan mengisi ulang daya iPhone untuk menghubungkan ponsel ke layar yang lebih besar.

Tantangan USB-C

Namun, ada juga tantangan dengan USB-C.

Pernah membeli kabel USB-C yang murah dan ternyata tidak berfungsi seperti yang kamu inginkan, entah itu untuk transfer data atau output video.

Ada begitu banyak standar yang berbeda untuk USB-C sehingga tidak mudah untuk mengetahui secara pasti kecepatan seperti apa yang bisa diharapkan dari sebuah kabel hanya dengan melihatnya.

Kesimpulan

Meskipun perubahan dari Lightning ke USB-C mungkin menghadirkan tantangan, ada banyak manfaat yang lebih besar yang dapat dinikmati pengguna, termasuk kemudahan penggunaan, kecepatan transfer data yang lebih tinggi, dan keseragaman dalam seluruh ekosistem perangkat.

Apple telah memutuskan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan peraturan, membawa kita ke era konektor universal yang lebih baik dan lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *