TEKNO

Meta Meluncurkan Llama 3: Raja AI Berpadu dengan Media Sosial!

80
×

Meta Meluncurkan Llama 3: Raja AI Berpadu dengan Media Sosial!

Sebarkan artikel ini
Meta luncurkan Llama 3 yang diklaim sebagai raja AI dan akan terintegrasi dengan media sosial
Meta luncurkan Llama 3 yang diklaim sebagai raja AI dan akan terintegrasi dengan media sosial

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Meta baru saja merilis asisten AI yang mereka klaim sebagai yang paling cerdas di dunia.

Perusahaan ini telah lama terlibat dalam perlombaan teknologi kecerdasan buatan, terutama setelah popularitas meledaknya ChatGPT.

Meta memasang taruhannya pada model bahasa besar (LLM) internal yang disebut Llama, yang telah mengalami beberapa peningkatan besar.

Peluncuran Llama 3 baru-baru ini diumumkan, menjanjikan keunggulan AI dalam pengkodean dan tolok ukur lainnya. Dua versi kecil Llama 3 kini tersedia, sementara versi multimodal direncanakan akan hadir akhir tahun ini.

Dengan Llama 3, Meta AI akan memberikan akses real-time ke informasi dari mesin pencari seperti Google dan Bing.

Pengguna tidak lagi perlu meninggalkan platform Meta seperti Instagram, Facebook, atau WhatsApp untuk mencari informasi atau menjawab pertanyaan sederhana.

Semua ini dapat dilakukan langsung di dalam lingkungan media sosial Meta, baik melalui obrolan pribadi, umpan, maupun bilah pencarian.

Yang menarik, Llama 3 juga bersifat open-source dan dapat diintegrasikan dengan aplikasi atau layanan eksternal. Meta juga meluncurkan klien Meta AI berbasis web yang mirip dengan ChatGPT atau Google Bard.

Selain itu, Meta AI dikabarkan memiliki kemampuan menghasilkan gambar yang berkualitas tinggi.

Misalnya, pengguna dapat meminta AI untuk menghasilkan gambar dengan memberikan petunjuk kata demi kata.

Sebagai contoh, dengan mengetik “keriting”, pengguna akan melihat ilustrasi seorang gadis berambut keriting. Fitur pembuatan GIF animasi juga tersedia, menambah keseruan dalam obrolan grup.

Saat ini, Meta AI telah diluncurkan di Amerika Serikat dan beberapa negara lainnya, termasuk Australia, Kanada, Ghana, Jamaika, Malawi, Selandia Baru, Nigeria, Pakistan, Singapura, Afrika Selatan, Uganda, Zambia, dan Zimbabwe.

Meskipun masih terbatas pada bahasa Inggris, Meta berencana untuk mendukung lebih banyak bahasa di masa mendatang.

Dengan ekspansi global dan integrasi yang mendalam dengan platform media sosial Meta seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp, Meta berharap untuk mendapatkan pengakuan yang lebih luas di dunia kecerdasan buatan.

Banyak pengguna juga menantikan integrasi Meta AI dengan berbagai layanan media sosial Meta yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *