BERITA

Yagasu Dapat Penghargaan dari Kampung Bumi Dipasana Agung karena Tanam 500 Ribu Bibit Mangrove di Seluruh Areal Tambak

71
×

Yagasu Dapat Penghargaan dari Kampung Bumi Dipasana Agung karena Tanam 500 Ribu Bibit Mangrove di Seluruh Areal Tambak

Sebarkan artikel ini
Tanam 500 Ribu Bibit Mangrove di Seluruh Areal Tambak, Kampung Bumi Dipasana Agung Apresiasi Yagasu
Tanam 500 Ribu Bibit Mangrove di Seluruh Areal Tambak, Kampung Bumi Dipasana Agung Apresiasi Yagasu

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Pemerintah Kampung Bumi Dipasena Agung, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, dengan tulus mengapresiasi langkah besar Yayasan Gajah Sumatera (Yagasu) dalam merestorasi mangrove di lahan pertambakan Dipasena.

Yagasu telah menanam sebanyak 62,5 ribu bibit mangrove di sepanjang garis pantai dan saluran pasok pertambakan, menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.

Pada Jumat (26/4/2024), Kepala Kampung Bumi Dipasena Agung, Agustiono, dengan hangat menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Yagasu yang telah menginisiasi dan mendampingi program penyemaian, penanaman, dan perawatan mangrove di wilayah mereka.

“Kegiatan yang dilakukan Yagasu di Kampung Bumi Dipasena Agung, khususnya, dan seluruh pertambakan Dipasena, umumnya, sangat bermanfaat bagi keberlangsungan kehidupan lingkungan dan kelestarian budidaya udang masyarakat,” ujar Agustiono.

Sementara itu, Agung Riyanto, staf lapangan Yagasu di Rawajitu Timur, menegaskan bahwa di Kecamatan Rawajitu Timur, pihaknya bersama stakeholder telah membentuk 10 kelompok peduli mangrove di delapan Kampung.

Total bibit yang ditanam mencapai 500 ribu mangrove, di mana Kampung Bumi Dipasena Agung turut berkontribusi dengan menanam sebanyak 62,5 ribu bibit.

Agung menambahkan, langkah yang diambil Yagasu di Rawajitu Timur adalah manifestasi dari komitmen mendalam terhadap isu lingkungan hidup, terutama dalam restorasi mangrove yang telah dilakukan di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah, dengan semangat dan antusiasme dari semua kelompok di Rawajitu Timur, kegiatan ini terus berjalan. Kami menanam 500 ribu bibit mangrove di pertambakan Dipasena, Rawajitu Timur. Namun, kami tetap berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan masyarakat dalam menanam mangrove di lokasi pertambakan Dipasena lainnya yang masih membutuhkan restorasi mangrove,” kata Agung.

Penanaman bibit mangrove ini menjadi langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan memperkuat sinergi antara berbagai pihak dalam konservasi lingkungan.

Melalui upaya ini, diharapkan keberadaan mangrove akan terus menjadi benteng alami yang melindungi pantai dan ekosistem sekitarnya dari berbagai ancaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *