BERITA

Tragedi Tak Terduga: Bocah 2,5 Tahun Asal Gadingrejo Pringsewu Meninggal di Lubang Septic Tank

82
×

Tragedi Tak Terduga: Bocah 2,5 Tahun Asal Gadingrejo Pringsewu Meninggal di Lubang Septic Tank

Sebarkan artikel ini
Main Tanpa Pengawasan, Bocah 2,5 Tahun Asal Gadingrejo Pringsewu Tewas di Lubang Septic Tank
Main Tanpa Pengawasan, Bocah 2,5 Tahun Asal Gadingrejo Pringsewu Tewas di Lubang Septic Tank

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tragedi menimpa sebuah keluarga di Dusun Banjarejo, Pekon Mataram, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, saat seorang bocah berusia dua setengah tahun, Fatan Naufal, ditemukan tewas tercebur ke dalam lubang septic tank pada Senin (15/4/2024).

Kejadian tragis ini terjadi diduga karena kelalaian pengawasan.

Karlan (45), ayah dari korban, mengalami kecemasan ketika tidak melihat anaknya setelah Fatan Naufal bermain pasir di dekat rumah mereka.

Kecemasan itu semakin memuncak ketika dia hanya menemukan sepasang sandal korban di sekitar tumpukan pasir, sekitar empat meter dari lokasi penemuan korban.

Kapolsek Gadingrejo, AKP Nurul Haq, menyampaikan bahwa setelah ditemukan, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit desa untuk pemeriksaan medis.

“Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan tidak bernyawa,” ungkap AKP Nurul Haq.

Hasil pemeriksaan medis dan identifikasi Tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu serta tenaga medis dari Puskesmas Gadingrejo menunjukkan bahwa tubuh korban hanya mengalami luka lecet ringan di bagian pipi kanan.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainnya di tubuh korban. “Sebab meninggalnya korban murni karena kekurangan oksigen akibat tenggelam,” jelas AKP Nurul Haq.

Jenazah korban kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan setelah orang tua korban membuat surat pernyataan tidak bersedia melakukan otopsi.

Menurut Kapolsek, lubang septic tank tempat kejadian masih baru dibuat dan belum digunakan.

Lubang tersebut masih digunakan oleh para tukang bangunan untuk menampung air dalam pembangunan rumah milik keluarga korban.

AKP Nurul Haq juga mengimbau masyarakat, terutama para orang tua, untuk tidak mengabaikan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama yang masih balita. Imbauan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya musibah serupa di masa mendatang.

“Kami terus mengingatkan para orang tua untuk lebih waspada dan memantau aktifitas serta keberadaan anak-anak mereka,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *