BERITA

Tragedi Sungai Way Nenep Gadingrejo: Bocah 3,5 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Hanyut dari Wonodadi

43
×

Tragedi Sungai Way Nenep Gadingrejo: Bocah 3,5 Tahun Ditemukan Tewas Setelah Hanyut dari Wonodadi

Sebarkan artikel ini
Hanyut dari Wonodadi, Bocah 3,5 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Way Nenep Gadingrejo Pringsewu
Hanyut dari Wonodadi, Bocah 3,5 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Way Nenep Gadingrejo Pringsewu

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Warga di RW 02 Wonokarto, Pekon Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung, dikejutkan oleh penemuan tragis pada Selasa pagi.

Sebuah bocah laki-laki yang diperkirakan berumur di bawah empat tahun ditemukan terbawa arus sungai Way Nenep, hanya beberapa meter dari perkampungan setempat.

Menurut laporan, kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, ketika suara gemuruh warga yang terkejut memenuhi udara.

Video evakuasi korban yang tidak bernyawa segera menyebar di media sosial, mengguncang banyak orang di sekitar kawasan tersebut.

Sutris (62), seorang saksi mata, menceritakan detik-detik mengerikan saat dia mendengar jeritan warga tentang seorang anak yang terseret sungai.

Dalam keadaan terburu-buru, dia segera meluncur ke tempat kejadian yang hanya beberapa langkah dari tempat kerjanya.

“Tiba di lokasi, saya langsung melihat anak itu, berpakaian merah dan biru, mengapung di bawah jembatan beton,” kata Sutris.

Tanpa ragu, dia turun ke sungai dan mengevakuasi bocah malang itu, kemudian membawanya ke Klinik Kosasih Gadingrejo.

Menurut keterangan Sutris, bocah tersebut dalam keadaan lemas dan tidak responsif ketika ditemukan. Dia menduga bahwa bocah itu baru saja tenggelam, belum lama setelah hanyut dari tempat asalnya.

Kapolsek Gadingrejo, AKP Nurul Haq, membenarkan peristiwa menyedihkan ini. Dia menyatakan bahwa korban bernama Muhammad Farid Abdilah, berusia 3,5 tahun, dan berasal dari RW 3 Pekon Wonodadi.

Jasad bocah itu ditemukan sekitar 1 kilometer dari rumahnya, dengan sungai hanya berjarak beberapa meter dari tempat tinggalnya.

“Jasad korban kini dibawa pulang ke rumah orang tuanya untuk dipersiapkan pemakaman,” kata AKP Nurul Haq.

Meskipun tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, tim medis dan forensik telah melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian.

“Kami menduga korban meninggal karena kekurangan oksigen akibat tenggelam. Namun, penyelidikan kami masih berlanjut untuk mencari tahu bagaimana korban bisa hanyut ke sungai,” tambahnya.

Dalam konteks ini, AKP Nurul Haq mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka, terutama yang tinggal di sekitar sungai.

“Kejadian ini harus menjadi peringatan bagi semua orang tua. Kita harus lebih waspada dan tidak lengah terhadap keselamatan anak-anak kita, untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa depan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *