BERITA

Tragedi Sungai Kalimiring: Remaja Menggala Selatan Ditemukan Tak Bernyawa di Wonokerto Tulangbawang Barat

150
×

Tragedi Sungai Kalimiring: Remaja Menggala Selatan Ditemukan Tak Bernyawa di Wonokerto Tulangbawang Barat

Sebarkan artikel ini
Terseret Sungai Kalimiring Wonokerto Tulangbawang Barat, Remaja Asal Menggala Selatan ini Ditemukan Meninggal
Terseret Sungai Kalimiring Wonokerto Tulangbawang Barat, Remaja Asal Menggala Selatan ini Ditemukan Meninggal

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Gabungan dari kepolisian dan BPBD Kabupaten Tulangbawang Barat berhasil menemukan korban tenggelam di Sungai Kalimiring, tepatnya di Kalimiring Tiyuh Wonokerto, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat.

Pada Sabtu (13/1/2024) sore, korban, yang bernama Andre Sebastiyan (16) dan berasal dari Kampung Kagungan Rahayu, Kecamatan Menggala Selatan, Kabupaten Tulang Bawang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban ditemukan di dasar sungai sedalam 5 meter oleh Tim SAR Gabungan yang melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di Kalimiring Tiyuh Wonokerto.

Kapolsek Tulangbawang Tengah, Kompol Syahrial, yang mewakili Kapolres Tulangbawang Barat, menyampaikan bahwa penemuan jasad korban terjadi kurang lebih dalam radius 500 meter dari lokasi tenggelam.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang pada Jumat (12/1/2024), setelah terseret Sungai Kalimiring.

Pihak berwenang melakukan pencarian intensif selama dua hari sebelum akhirnya berhasil menemukan jasad korban. “Korban ditemukan tadi siang dalam kondisi tidak bernyawa,” ungkap Kompol Syahrial.

Menurut keterangan Kompol Syahrial, saat kejadian, korban tenggelam ketika berenang bersama dua rekannya di Sungai Kalimiring Wonokerto.

Diduga korban tidak mampu berenang dan terseret arus sungai yang cukup deras. Meskipun teman korban berusaha memberikan pertolongan, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, dan kejadian tersebut dilaporkan kepada keluarga korban.

Setelah penemuan, jasad korban dibawa ke RSUD Menggala untuk dilakukan otopsi sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman.

Puluhan personil SAR Gabungan dilibatkan dalam upaya pencarian, melakukan penyisiran melalui perahu karet di aliran sungai Kalimiring dan secara visual melalui jalur darat sepanjang bantaran sungai hingga radius 500 meter.

Kejadian ini menjadi catatan sedih bagi masyarakat setempat, dan perlu dijadikan peringatan akan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat menghadapi arus yang deras.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *