BERITA

Tragedi Memilukan: Juru Tagih Hutang Koperasi di Labuhan Maringgai Lampung Timur Tewas Ditembak, Mengenang Ancaman Maut yang Pernah Menghantui

47
×

Tragedi Memilukan: Juru Tagih Hutang Koperasi di Labuhan Maringgai Lampung Timur Tewas Ditembak, Mengenang Ancaman Maut yang Pernah Menghantui

Sebarkan artikel ini
Juru Tagih Hutang Koperasi di Labuhan Maringgai Lampung Timur Ditembak Mati, Pernah Diancam Akan Ditembak
Juru Tagih Hutang Koperasi di Labuhan Maringgai Lampung Timur Ditembak Mati, Pernah Diancam Akan Ditembak

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Petugas Kepolisian Polres Lampung Timur tengah menghadapi tantangan serius dalam menyelidiki kasus penembakan yang menimpa seorang pegawai koperasi di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Korban penembakan tersebut adalah Feri Ardiansyah (29), seorang juru tagih hutang koperasi asal Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai.

Peristiwa tragis ini bermula pada Jumat malam (15/12/2023), ketika Feri bersama rekannya berkumpul di pinggir aliran sungai, sekitar 1 KM dari rumahnya.

Pada pukul 02.00 dinihari, seorang tidak dikenal mengendarai sepeda motor matik mendekati Feri dan menembaknya tepat di kepala. Feri jatuh bersimbah darah, sementara rekan-rekannya melarikan diri ketakutan.

Kapolres Lampung Timur, AKBP M. Rizal Muchtar, bersama Kapolsek Labuhan Maringgai Kompol Yusvin Argunan, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah menerima laporan dari warga setempat.

Tim medis dan petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi jasad Feri ke RSUD Sukadana guna proses visum.

“Hingga kini, pihak kepolisian masih aktif melakukan proses penyelidikan. Kami mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kasus ini,” ungkap Kapolres.

Selain itu, muncul informasi bahwa sebelum kejadian, Feri pernah menerima ancaman akan ditembak. Keluarga korban mengonfirmasi bahwa Feri sempat berbagi cerita dengan ibunya tentang ancaman tersebut.

“Sebelum kejadian, ponakan saya malam Jumat cerita dengan ibunya, dia bilang bahwa pernah diancam orang akan ditembak, dan selang satu hari, benar saja ponakan kami ditembak,” ujar Herlina, tante korban, dengan suara terisak.

Feri, yang bekerja sebagai penagih hutang koperasi, baru pulang bekerja dan berharap bisa membahagiakan ibunya dengan merencanakan umrah. Namun, keinginannya itu pupus setelah ia tewas dalam peristiwa tragis ini.

Seorang remaja, Usup, yang menjadi saksi di lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa pelaku menggunakan sepeda motor dan kabur setelah melakukan penembakan.

Meski belum dapat memperhatikan wajah pelaku, Usup bersama rekan-rekannya berlari menjauh setelah mendengar suara tembakan.

Proses penyelidikan masih berlanjut, dan pihak kepolisian berharap dapat segera mengungkap motif di balik penembakan yang mengguncang Labuhan Maringgai ini.