BERITA

Tragedi Maut: Dua Bocah Tewas Tenggelam Akibat Terseret dalam Saluran Irigasi di Labuhanratu, Lampung Timur

28
×

Tragedi Maut: Dua Bocah Tewas Tenggelam Akibat Terseret dalam Saluran Irigasi di Labuhanratu, Lampung Timur

Sebarkan artikel ini
Terseret Saluran Irigasi, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Labuhanratu Danau Way Jepara Lampung Timur
Terseret Saluran Irigasi, Dua Bocah Tewas Tenggelam di Labuhanratu Danau Way Jepara Lampung Timur

Media90 (media.gatsu90rentcar.com) – Tragedi mengguncang Desa Labuhanratu Danau, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur pada Rabu (3/4/2024) ketika dua bocah ditemukan tidak bernyawa di lokasi irigasi.

Korban-korban tersebut adalah Iqbal (2), anak dari Sutrisno, dan Fani (4), anak dari Bambang, kedua warga Desa Labuhanratu Danau.

Kedua bocah itu ditemukan di saluran irigasi tidak jauh dari rumah mereka. Meskipun rumah keduanya berdampingan dengan jarak sekitar 50 meter, takdir tragis itu masih saja menimpa mereka.

“Malam ini langsung akan dimakamkan, dan sampai saat ini pukul 22.00 WIB lagi persiapan memakamkan ke Tempat Pemakaman Umum Desa Labuhanratu Danau,” kata Susanto, seorang warga setempat yang juga merupakan mantan ketua RT 10 l, Dusun Bungur Rejo.

Menurut Susanto, sebelum tenggelam, Iqbal dan Fani bermain bersama dua rekannya di sekitar saluran irigasi tersebut.

Namun, saat arus menyapu, kedua bocah itu terbawa oleh arus yang kuat. Rekan-rekan mereka langsung memberi kabar kepada warga sekitar.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB. Setelah pencarian yang dilakukan oleh beberapa warga, kedua korban ditemukan dengan selisih waktu yang cukup signifikan.

Iqbal ditemukan pada pukul 15.25 WIB, sementara Fani baru ditemukan pada pukul 16.40 WIB.

“Saat ditemukan keduanya sudah tidak bernyawa. Kondisi debit air irigasi sangat besar dan dalamnya sekitar 190 cm,” ungkap Susanto, mencerminkan betapa berbahayanya kondisi air di lokasi kejadian.

Kapolsek Way Jepara, Iptu Siregar, membenarkan peristiwa tragis tersebut. Saat dihubungi pada pukul 22.00 WIB, sejumlah anggota polisi masih berada di rumah duka untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

“Betul ada dua bocah dikabarkan meninggal karena tenggelam. Namun kronologis pastinya belum kami ketahui dengan pasti. Kami masih fokus mengikuti takziah dan melakukan pemeriksaan saksi,” ujar Siregar, menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap kejadian ini secara detail.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *